PONTIANAKGLOBE -- Bank Indonesia mencatatkan konsumsi pemerintah Kalimantan Barat (Kalbar) pada kuartal I/2023 tumbuh positif sebesar 14,05% (year on year) atau lebih baik dari kuartal IV/2022 yang minus 6,64%.
Faktor penyebab perbaikan kinerja konsumsi pemerintah tersebut dipengaruhi oleh peningkatan nominal realisasi sejumlah komponen belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut data Kanwil Direktorat Jenderal Perbendahaaran Kalbar realisasi komponen belanja APBN non Transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan akhir kuartal I/2023 tercatat sebesar Rp1,77 triliun atau terealisasi sebesar 17,18%.
Realisasi itu mengalami pertumbuhan sebesar 30,19% (yoy) dibandingkan dengan realisasi sampai dengan kuartal I/2022 yang sebesar Rp1,36 triliun atau terealisasi sebesar 12,62%.
Peningkatan realisasi belanja APBN non TKDD kuartal I/2023 ini ditopang oleh peningkatan realisasi pada komponen belanja barang, modal, dan bantuan sosial.
Peningkatan realisasi belanja tertinggi terjadi pada komponen belanja barang, tumbuh sebesar 87,01% (yoy) atau dari Rp417,86 miliar pada kuartal I/2022 menjadi Rp781,44 miliar pada kuartal I/2023.
Selain itu, realisasi belanja modal dan belanja bansos masingmasing tercatat Rp226,38 miliar dan Rp3,83 miliar atau tumbuh sebesar 32,29% dan 1511,86% pada kuartal I/2023.
Sedangkan, belanja pegawai terkontraksi 1,51% (yoy) dari Rp 771,54 miliar pada kuartal I/2022 menjadi Rp759,88 miliar pada kuartal I/2023.
Realisasi komponen belanja APBD Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota sampai dengan akhir kuartal I/2023 tercatat sebesar Rp1,92 triliun atau terealisasi 7,15%, mengalami pertumbuhan 10,36% (yoy) dibandingkan dengan realisasi sampai dengan kuartal I/2022 yang sebesar
Rp1,74 triliun atau terealisasi 6,86%).
Hal ini terutama didorong oleh realisasi belanja modal dan belanja barang dan jasa APBD sampai dengan kuartal I/2023 yang masing-masing tercatat Rp93,97 miliar dan Rp514,6 miliar atau tumbuh 647,57% dan sebesar 31,44% (yoy) dibandingkan realisasi kuartal I/2022.
Adapun pagu anggaran belanja APBD Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota Kalimantan Barat tahun 2023 meningkat sebesar 5,93% (yoy) dari Rp25,39 triliun pada 2022 menjadi Rp26,9
triliun pada 2023.
Sedangkan, pagu belanja non TKDD APBN di Kalimantan Barat pada tahun 2023 terkontraksi 2,18% (yoy) dari Rp10,72 triliun pada 2022 menjadi Rp10,48 triliun pada 2023.