kalbar-kita

Kolonel Marinir Yustinus Rudiman, Putra Dayak Kalbar, Lulus Pendidikan Strategis di Tiongkok

Rabu, 13 Agustus 2025 | 13:03 WIB
Kolonel Marinir Yustinus Rudiman (TNI AL) dan Kolonel Arm Yuniar Dwi Handono (TNI AD) menyelesaikan pendidikan di International College of Defence Studies (ICDS) ke-48, National Defence University (NDU) People’s Liberation Army, Changping–Beijing, Tiongkok. (tnial.mil.id)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- TNI Angkatan Laut kembali mencatatkan prestasi di kancah pertahanan internasional.

Kolonel Marinir Yustinus Rudiman, Perwira Menengah (Pamen) TNI AL asal Desa Sasak, Sambas, Kalimantan Barat, berhasil menyelesaikan pendidikan di International College of Defence Studies (ICDS) ke-48, National Defence University (NDU) People’s Liberation Army, Changping–Beijing, Tiongkok.

Baca Juga: Rahasia Gereja di Roma yang Jadi Tituler Kardinal Suharyo, Dekat KBRI dan Wajib Disinggahi

Upacara penutupan program ICDS tahun akademik 2024/2025 yang berlangsung di Auditorium ICDS menandai berakhirnya pendidikan selama hampir satu tahun.

Program ini diikuti perwira dari 85 negara, lintas matra, termasuk unsur kepolisian dan politisi senior.

Indonesia mengirim dua perwira: Kolonel Marinir Yustinus Rudiman (TNI AL) dan Kolonel Arm Yuniar Dwi Handono (TNI AD).

Kegiatan belajar di ICDS melibatkan kerja sama dengan sejumlah institusi ternama di Tiongkok, salah satunya Universitas Tsinghua yang memberikan modul Strategic Management & Leadership.

Hal ini mencerminkan tingginya standar akademik dan praktis program tersebut.

Lulusan SMA Seminari Santo Paulus Nyarumkop, Singkawang, dan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 44 Tahun 1998 ini memiliki rekam jejak penugasan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: AR Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Pontianak

Ia pernah menjabat sebagai Asintel Lantamal XII Pontianak, Komandan Yonmarhanlan I Belawan, Komandan Lanal Cirebon, Sintel Kogabwilhan III Papua, serta bertugas di Yonif 4 Marinir, Paspampres, Spamal, Bais TNI, dan Sintel Korps Marinir. Penugasan luar negerinya mencakup Singapura, Papua Nugini, Australia, dan Tiongkok.

Sejumlah penghargaan telah diraih, di antaranya GOM VII, Dharma Nusa, Dharma Siaga, Satya Lencana Kesetiaan 8, 16, dan 24 tahun, penghargaan perbatasan, serta penghargaan internasional dari US Airborne (2006), Korea Selatan (2006), Ikahan Australia (2014), dan Kementerian Pertahanan RI (2018).

Putra Dayak pasangan Maun Jasmun (Banyuke, Landak) dan Marselina Indik (Salako, Sambas) ini menikah dengan Dilly Kansil dan dikaruniai dua anak, Andrea dan Andrew.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan strategis setara Lemhannas di Tiongkok ini menempatkan Kolonel Yustinus selangkah lagi menuju pangkat Perwira Tinggi Bintang Satu (Brigadir Jenderal Marinir).

Prestasinya mendapat apresiasi dari Bruder Stephanus Paiman OFMCap, pamong asrama saat Yustinus bersekolah di Nyarumkop.

Halaman:

Tags

Terkini