Namun, Aiptu Ade menegaskan, pasal yang dikenakan masih bisa berkembang tergantung hasil pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara.
Sementara itu, ayah korban, Solikin (61), seorang purnawirawan Polri, terlihat terpukul.
Baca Juga: Fokus Jadi Produser, Ini Alasan Chelsea Islan Absen dari Dunia Film
Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan penyesalannya karena tidak mengetahui saat anaknya diserang hanya beberapa meter dari tempat ia beristirahat.
“Kasihan anak saya… dia berjuang sendiri. Saya di kamar sebelah tapi tak dengar apa-apa,” ucap Solikin, menahan tangis.
Beberapa jam sebelum insiden, Solikin mengeluh sakit akibat asam lambung.
Diah, sebagai anak yang peduli, memaksa ayahnya untuk segera berobat malam itu juga.
Setelah pulang dari rumah sakit, mereka masih sempat berbincang hangat.
Bahkan Diah menyetel alarm di ponsel ayahnya agar tak lupa minum obat.
Namun, menjelang tengah malam, seorang remaja yang diduga pelaku menyelinap masuk ke rumah.
Ia tertarik dengan cahaya dari kamar Diah dan tergoda mengambil barang elektronik yang menyala.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat, Dunia Kenang Jam Tangan Murah Kesayangannya
Solikin sempat mendengar suara mencurigakan dari kamar anaknya sekitar pukul 23.50 WIB.
Setelah mendobrak pintu kamar yang sulit dibuka, ia mendapati putrinya dalam kondisi bersimbah darah, sementara pelaku masih berada di dalam ruangan.
Sebagai mantan aparat, Solikin berupaya menangkap pelaku yang sempat melawan.