Di sanalah ia akan dikebumikan, kembali ke tanah kelahiran yang kini menantinya dalam sunyi.
Baca Juga: Peristiwa Tragis! Dua Balita Tenggelam di Sungai Sengawang Kabupaten Sambas, Satu Meninggal
Kecelakaan yang Tak Terduga
Duka bermula dari momen yang tampak sepele. Minggu, 6 April 2025, sekitar pukul 14.00 WIB, Erviani bersama temannya tengah berfoto di dekat air terjun Riam Marum.
Namun tanpa tanda-tanda, banjir bandang datang menggulung mereka.
Seorang berhasil diselamatkan warga, sementara Erviani terseret derasnya arus yang tak bisa dibendung.
Tim SAR mendapat laporan resmi sekitar pukul 19.05 WIB.
Malam itu juga, mereka turun ke lokasi membawa peralatan penyelamatan lengkap—perahu karet, alat komunikasi, hingga perlengkapan selam.
Namun pencarian harus dilanjutkan keesokan paginya karena medan yang begitu berat dan gelapnya malam.
Senin pagi, penyisiran dilakukan hingga tiga mil ke arah hilir.
Tak lama, tubuh Erviani ditemukan dalam diam yang mengguncang banyak hati.
Kepala Basarnas Pontianak, I Made Junetra, menyampaikan, “Alam bisa berubah dalam hitungan detik. Kejadian ini jadi pengingat bahwa keindahan wisata alam menyimpan risiko yang tak boleh diremehkan.”
Pihak kepolisian dan pengelola wisata menyatakan akan meninjau ulang sistem keselamatan di lokasi wisata seperti Riam Marum.
Pemasangan rambu peringatan, pengawasan lebih ketat terhadap pengunjung, hingga edukasi bahaya wisata alam menjadi perhatian.