PONTIANAKGLOBE.COM, BENGKAYANG -- Matahari baru saja menyibak kabut pagi di Riam Marum, Senin 7 April 2025, ketika suara lirih isak tangis memecah keheningan.
Harapan yang digantung sejak semalam oleh keluarga dan para relawan akhirnya runtuh—Erviani Vidya, gadis muda asal Sambas yang hanyut terseret arus, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Sambas, Singkawang, dan Landak, Satu Anak Tenggelam
Gadis 18 tahun itu ditemukan sekitar pukul 06.50 WIB, sejauh 400 meter dari titik awal ia dinyatakan hilang.
Tubuhnya yang terbujur kaku terjepit di antara bebatuan sungai yang sehari sebelumnya menjadi tempat ia bersenda gurau bersama teman-temannya.
Riam Marum, destinasi wisata alam yang biasanya menyambut tawa para pelancong, pagi itu berubah muram.
Riam nan elok ini berada di Dusun Dawar, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.
Tangisan pilu keluarga dan warga yang menyaksikan evakuasi membuat udara terasa berat.
Raut duka menghiasi wajah setiap orang yang hadir.
Mereka menatap dengan mata sembab ketika jasad Erviani diangkat dari pelukan sungai yang liar.
Tim SAR gabungan dari berbagai unsur—Polsek Sanggau Ledo, Basarnas Pos Sintete Sambas, Satsamapta Polres Bengkayang, hingga relawan masyarakat—telah berjibaku sejak Minggu sore, setelah kabar duka itu pertama kali diterima.
Baca Juga: Haru, Ibu Penjual Ikan Tenggelam di Sungai Kapuas Saat Selamatkan Anak Akhirnya Ditemukan
“Meski ini bukan akhir yang kami harapkan, kami bersyukur korban berhasil ditemukan. Duka ini adalah duka kita bersama,” ujar AKP Harto Simanjuntak, Kapolsek Sanggau Ledo, lirih.
Tangisan semakin menjadi ketika jenazah Erviani dibawa ke rumah kerabatnya di Dusun Panda, Desa Lembang.
Di sana, tim medis dari Puskesmas Sanggau Ledo melakukan visum sebelum jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Kabupaten Sambas.