Pada tahun 1967, Pater Albrecht mengundang CUNA (The Credit Union National Association, USA) ke Indonesia untuk memperkenalkan gerakan Credit Union secara resmi.
Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Kolaborasi Indonesia-China Akan Dukung Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi
Saat itu hadir A A Bailey dari CUNA dan Augustine R Kang dari ACCU (Asian Confederation of Credit Union).
Pada tahun 1969, Pastor John Collins SJ, diminta datang ke Jakarta untuk mengkaji kelayakan Credit Union di Indonesia.
Hasil kajiannya menunjukkan bahwa Credit Union layak dikembangkan dengan masa inkubasi lima tahun.
Embrio gerakan ini lahir pada 4 Januari 1970 dengan pembentukan Credit Union Counselling Office (CUCO) di Jalan Gunung Sahari No 88, Jakarta.
Drs Robby Tulus diangkat sebagai pengelolanya.
Dengan dukungan Dirjen Koperasi, Ir Ibnoe Soedjono, gerakan Credit Union mendapat pengakuan dan dukungan penuh.
Ia bahkan menjadi Ketua Dewan Penyantun CUCO bersama tokoh-tokoh seperti Raden Mas Margono Djoyohadikusumo, Prof Dr Fuad Hasan, Mochtar Lubis, Prof Dr AM Kadarman SJ, dan Carolus Albrecht SJ.
Baca Juga: Prabowo Subianto Tegaskan Kolaborasi Indonesia-China Akan Dukung Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi
Walaupun struktur organisasi telah terbentuk, Credit Union baru berjalan resmi pada tahun 1976 dengan dibentuknya Biro Konsultasi Koperasi Kredit (BK3).
Nama CUCO di Indonesia kemudian berubah menjadi Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia (BK3I).
Selanjutnya pada Konferensi Nasional tahun 1981, yang kini dikenal dengan nama Induk Koperasi Kredit (INKOPDIT).
Melalui perjuangan gigih Pater Carolus Albrecht SJ dan rekan-rekannya, Credit Union berkembang ke berbagai wilayah Indonesia.
Setelah menjadi Warga Negara Indonesia, Pater Carolus Albrecht SJ memiliki nama Indonesia, yakni Karim Arbie.