PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Satarudin resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak periode 2024-2029.
Ini merupakan kali ketiga Satarudin—yang akrab disapa Satar—menjabat posisi tersebut. Pemilihan pimpinan DPRD telah dilakukan sesuai mekanisme internal dewan.
Baca Juga: Lima Ruko di Pergudangan Mandau Timber di Kubu Raya Terbakar, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan
Selain Satarudin, ada tiga wajah baru yang turut menduduki kursi pimpinan DPRD Kota Pontianak sebagai Wakil Ketua, yaitu Bebby Nailufa, Agus Sugianto, dan Yoggy Perdana Putra.
Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para pimpinan DPRD yang baru dilantik.
Ia berharap, setelah pelantikan ini, mereka segera bekerja untuk menyusun komponen-komponen penting di dewan.
"Kami berharap komunikasi antara eksekutif dan legislatif semakin baik. Kedepannya, harus lebih kompak dalam menyuarakan kepentingan warga agar apa yang disampaikan oleh konstituen dapat diakomodasi dalam anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak," ujar Ani usai menghadiri pelantikan di Gedung Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis, 24 Oktober 2024.
Baca Juga: BRI dan BKN Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Perbankan bagi Pegawai
Ani Sofian juga mendorong adanya keselarasan antara program yang diajukan melalui Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan dengan program-program Pemkot Pontianak agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
"Sebagai contoh, jika ada Pokir mengenai perbaikan fasilitas sekolah, program tersebut sebaiknya diarahkan untuk menambah daya tampung siswa. Atau untuk perbaikan jalan, kita harus memprioritaskan jalan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Muda Mahendrawan Dengar Aspirasi Warga Jawai Sambas Soal Air Bersih dan Bantuan Petani
Setiap awal tahun, anggota DPRD akan turun ke masyarakat untuk menyerap aspirasi dari tingkat RT dan RW melalui Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah (Musrenbang). Untuk Musrenbang tahun anggaran 2025, Ani Sofian menegaskan bahwa prioritas pembangunan akan tetap berfokus pada infrastruktur.
"Prioritas pembangunan yang dihasilkan dari Musrenbang sudah jelas, termasuk pembagian porsinya," pungkasnya. ***