PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Barat (WALHI Kalbar) mengadakan syukuran dalam rangka memperingati ulang tahun ke-34 WALHI Kalbar dan ke-44 WALHI di Indonesia, pada Selasa, 15 Oktober 2024.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen organisasi, mahasiswa, CSO, jaringan aktivis, serta jurnalis.
Baca Juga: Banjir Besar di Desa Sosok Sanggau, Sebabkan Akses Transportasi ke 5 Kabupaten di Kalbar Terputus
Acara ini juga dirangkai dengan diskusi bertema "Refleksi Gerakan Lingkungan Hidup di Kalimantan Barat: Dulu dan Kini."
Sejumlah mantan Direktur WALHI Kalbar, termasuk John Bamba (mantan Ketua Presidium Forda WALHI Kalbar), Shaban Stiawan, Anton P. Widjaya, Nikodemus Ale, dan Hendrikus Adam, turut hadir sebagai pemantik diskusi.
Hermawansyah, pendiri Lembaga Gemawan, juga menjadi pemantik.
Diskusi ini dimoderatori oleh Andreas S. Illu, Kepala Divisi WKR, Pendidikan, dan Pengorganisasian WALHI Kalbar.
Baca Juga: BSSN Sebut Serangan Siber Dapat Memecah Belah Bangsa
Refleksi Perjalanan WALHI Kalbar
John Bamba, yang juga Ketua Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK), mengenang masa-masa awal WALHI Kalbar yang sempat mengalami kevakuman meskipun didukung oleh puluhan lembaga.
Setelah diaktifkan kembali di bawah kepemimpinannya, jumlah anggota WALHI Kalbar hanya sekitar 14 lembaga.
"Salah satu advokasi yang berhasil dilakukan adalah menghentikan proyek HTI di Kabupaten Sanggau, yang didanai oleh ADB (Asian Development Bank)," ujar John Bamba.
Baca Juga: Transformasi Human Capital BRI Membuahkan Penghargaan Pemimpin HC Terbaik 2024
Advokasi ini berhasil menghentikan proyek tersebut melalui kerjasama lintas tingkat lokal, nasional, dan internasional.
John Bamba juga mengingatkan bahwa alam harus "diusahakan dan dipelihara" agar manusia dapat "hidup dan selamat."