Refleksi 34 Tahun WALHI Kalbar, Perjalanan dan Tantangan Gerakan Lingkungan Hidup

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 17 Oktober 2024 | 08:35 WIB
WALHI Kalbar mengadakan syukuran dalam rangka memperingati ulang tahun ke-34 WALHI Kalbar dan ke-44 WALHI di Indonesia, pada Selasa, 15 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)
WALHI Kalbar mengadakan syukuran dalam rangka memperingati ulang tahun ke-34 WALHI Kalbar dan ke-44 WALHI di Indonesia, pada Selasa, 15 Oktober 2024. (Dok. Pontianak Globe)

Prinsip ini sejalan dengan filosofi WALHI tentang keadilan dan kelestarian.

Baca Juga: Profil Iftitah Sulaiman, Mantan Ajudan SBY yang Diisukan Jadi Calon Menteri Prabowo

"Jika kita mengabaikan keadilan dan kelestarian, alam akan rusak dan berubah menjadi sumber bencana," tegasnya.

Ia juga memberikan pesan kepada para aktivis CSO bahwa pencapaian tertinggi seorang aktivis adalah kesetiaannya pada prinsip, nilai, dan perjuangannya.

Tantangan Gerakan Lingkungan Hidup di Masa Kini

Hermawansyah menekankan pentingnya menjaga semangat perlawanan sesuai dengan mandat statuta WALHI.

Ia menyoroti bahwa meskipun isu-isu lingkungan hidup masa kini mungkin mirip dengan masa lalu, proses penanganannya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Guru Besar Tsinghua University, Stella Christie, Jadi Calon Menteri Prabowo, Begini Profil Menterengnya

"Saat ini, reproduksi masalah jauh lebih cepat dibandingkan dengan reproduksi aktivis. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan kaderisasi dan memperkuat sumber daya manusia. Konektivitas antar elemen dengan dasar kepercayaan harus dibangun," katanya.

Menurutnya, agenda pembangunan harus dipastikan tidak merusak lingkungan dan melanggar HAM. "Bangun trust, uraikan eksistensi, dan jalan bersama," tambahnya.

WALHI Kalbar: Refleksi dan Langkah ke Depan

Hendrikus Adam, Direktur WALHI Kalbar, menilai bahwa tantangan advokasi dan kampanye lingkungan hidup masih jauh dari selesai.

Dukungan dari berbagai komponen WALHI dan jaringan sangat diperlukan untuk terus memperjuangkan lingkungan hidup yang adil dan lestari.

"Kami berharap WALHI Kalbar dapat kembali ke mandatnya sebagai rumah bagi gerakan advokasi lingkungan hidup yang progresif. Kami juga berencana mendokumentasikan sejarah WALHI Kalbar dalam sebuah buku," jelas Hendrikus.

Ke depan, WALHI Kalbar akan terus mendorong advokasi, termasuk menyoroti kasus perkebunan kayu PT Mayawana Persada di Ketapang, Raperda RTRW Kalbar, dan mengangkat isu lingkungan hidup dalam Pilkada 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X