kalbar-kita

AlPeKaJe Dorong Inklusifitas: Beri Tempat bagi Kelompok Rentan di Masyarakat

Jumat, 8 Maret 2024 | 05:00 WIB
Pengurus AlPeKaJe searah jarum jam: Norberta Yati Lantok (Ketua AlPeKaJe), Herkulana Ersinta (Sekretaris AlPeKaJe), Reny Hidjazi (Bendahara AlPeKaJe), Mastuati Saha, Pengurus (AlPeKaJe - Kalteng), Laili Khairnur (Wakil Ketua AlPeKaJe), Martha Kavung (anggota Pengurus AlPeKaJe Kaltim), dan Julia Kam (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Pemimpin dan masyarakat memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan perhatian yang layak kepada kelompok rentan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua AlPeKaJe, Norberta Yati Lantok, dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day (IWD), yang diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Baca Juga: Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 26 April 2023 Dorong Perempuan Berinovatif dan Kreatif

Aliansi Perempuan Kalimantan untuk Perdamaian dan Keadilan Gender (AlPeKaJe) membangunkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi kelompok rentan yang masih berada dalam risiko tinggi di tengah upaya pembangunan.

AlPeKaJe menjelaskan bahwa kelompok rentan mencakup berbagai segmen, seperti perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan kelompok gender lainnya.

"Mereka adalah kelompok yang paling mungkin terkena dampak dari kebijakan pembangunan yang tidak berkelanjutan. Penting bagi kita untuk mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan," kata Norberta Yati.

Wakil Ketua AlPeKaJe, Laili Khainur, menegaskan perlunya Pengarus Utamaan Gender (PUG) dalam setiap tahap pembangunan.

Hingga saat ini, pembangunan masih dipengaruhi oleh ketimpangan gender, di mana nilai-nilai maskulinitas cenderung mendominasi.

"Ketidakseimbangan ini harus diatasi dengan memberikan peran yang seimbang bagi perempuan dalam mengartikulasikan kebutuhan dan hak-hak mereka," ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Dukung Implementasi UU TPKS, Ditegaskan saat Terima Komnas Perempuan

Perempuan sering kali menjalankan peran domestik, seperti mengurus keluarga dan berperan sebagai pelaku ekonomi. Inilah sebabnya mengapa inklusi ekonomi perempuan sangat penting.

"Meskipun seringkali dilihat sebagai pencari tambahan penghasilan, perempuan juga bisa menjadi tulang punggung keluarga dan berperan dalam sektor ekonomi informal," papar Laili Khainur.

Perempuan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan laki-laki, sehingga perhatian khusus perlu diberikan.

Reni Hidjizah, anggota AlPeKaJe, menekankan bahwa perempuan seringkali merasa bingung dan memikul beban yang berat.

"Masalah kekerasan berbasis gender harus tetap menjadi perhatian khusus," katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB