PONTIANAKGLOBE.COM, KETAPANG, KALBAR -- Kematian sungguh tragis dialami bocah 7 tahun, Yesa di Ketapang, Kalbar. Ia adalah anak adopsi diduga disiksa hingga tewas oleh orang tua angkatnya.
Kisah tragis mengejutkan warga Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dengan meninggalnya Yesa (7) pada Kamis, 23 November 2023.
Baca Juga: Royal Enfield Shotgun 650: Motor Baru dengan Desain Unik dan Harga Terjangkau
Yesa, yang diadopsi oleh pasangan suami istri Yulianto dan Susiyanti pada usia 5 tahun, kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan kuat bahwa ia disiksa hingga mengakibatkan kematiannya oleh orang tua angkatnya.
Baca Juga: Honda CRF 150 vs Yamaha WR 155: Mana yang Lebih Baik?
Informasi ini tersebar luas di media sosial setelah sebuah video anonim menunjukkan Yesa menangis, merengek, dan berteriak saat sedang dihukum oleh dua orang dewasa yang diduga asisten rumah tangga (ART) dan ibu asuhnya.
Baca Juga: Honda Resmikan Model Baru Revo, Harga Mulai dari Rp 14 Jutaan
Narasumber anonim yang mengirimkan video tersebut menyatakan bahwa Yesa ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di belakang rumahnya saat air pasang.
Saat itu, Yesa sedang dihukum di belakang rumah, sementara orang tua dan anak kandungnya tertidur di dalam rumah.
Keluarga baru menyadari kepergiannya sekitar pukul 21.00 waktu setempat, dan saat ditemukan, Yesa sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: Aprilia Meluncurkan Motor Trail 125 cc, Menawarkan Performa Lebih Unggul dari KLX150 dan CRF150
Meskipun orang tua asuh menyatakan bahwa Yesa masih hidup ketika ditemukan dan meninggal di rumah sakit, video yang beredar semakin memperkuat dugaan adanya penganiayaan terhadap Yesa.
Jenazah Yesa dimakamkan pada Jumat, 24 November 2023, dan dugaan penganiayaan ini diduga bukan yang pertama kali terjadi.
Baca Juga: Perbandingan 5 Sepeda Motor Adventure 250 CC Terbaik di Indonesia, Mana Pilihan Kamu?
Sebelumnya, Yesa pernah mengalami berbagai bentuk penyiksaan oleh orang tua angkatnya, termasuk pemukulan, penendangan, dan bahkan disiram air panas.