Apa itu Diffuse Axonal Injury ? Keadaan David Korban Penganiayaan Mario Dandy Masih Koma dan Dirawat Intensif

photo author
Bima Kresna, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 Februari 2023 | 11:42 WIB
Otak manusia. (Pixabay/Holdendrils)
Otak manusia. (Pixabay/Holdendrils)

PONTIANAKGLOBE.COM - Apa itu diffuse axonal injury ? Korban penganiayaan Mario Dandy, yakni David masih koma alias belum sadarkan diri hingga Jumat 24 Februari 2023.

Akibat melakukan penganiayaan, pengendara Rubicon yang juga anak eks pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Mario Dandy ditetapkan menjadi tersangka oleh pihak kepolisian.

Tidak sendiri, Mario Dandy bersama temannya.

Anggota Bidang Cyber dan Media PP GP Ansor sekaligus rekan ayah David, Ahmad Taufiq menerangkan berdasarkan keterangan dokter, anaknya terkena diffuse axonal injury dan harus menjalani perwatan intensif.

Dikutip Pontianakglobe dari laman Johns Hopkins Medicine, cedera otak traumatis (TBI) terjadi ketika serangan fisik eksternal yang tiba-tiba merusak otak.

Ini adalah salah satu penyebab paling umum kecacatan dan kematian pada orang dewasa.

TBI adalah istilah luas yang menggambarkan beragam cedera yang terjadi pada otak.

Kerusakan bisa fokal (terbatas pada satu area otak) atau difus (terjadi di lebih dari satu area otak).

Tingkat keparahan cedera otak dapat berkisar dari gegar otak ringan hingga cedera parah yang menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Apa Saja Jenis-jenis Cedera Otak Traumatis atau TBI?

Cedera otak dapat terjadi dalam salah satu dari dua jenis, yakni Cedera otak tertutup dan 

Cedera otak tertutup terjadi ketika ada cedera nonpenetrasi pada otak tanpa kerusakan pada tengkorak.

Cedera otak tertutup disebabkan oleh gerakan maju atau mundur yang cepat dan goncangan otak di dalam tulang tengkorak yang mengakibatkan memar dan robeknya jaringan otak dan pembuluh darah.

Cedera otak tertutup biasanya disebabkan oleh kecelakaan mobil, jatuh, dan semakin banyak, dalam olahraga.

Mengguncang bayi juga dapat menyebabkan jenis cedera ini (disebut sindrom bayi terguncang).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Bima Kresna

Sumber: hopkinsmedicine.org

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Waspadai Gangguan Kardiovaskuler

Rabu, 16 Juli 2025 | 20:55 WIB
X