Ketua Satgas Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar Daniel mengatakan, bencana banjir ini terjadi karena tingginya intensitas curah hujan yang cukup lama sehingga meluapnya Sungai Pawan dan merendam 8 desa di Kecamatan Sandai.
Daniel menambahkan, adapun 8 desa di Kecamatan Sandai yang terdampak banjir itu diantaranya, Desa Sandai, Muara Jekak, Petai Patah, Panjawaan, Ranjau Jungkal, Istana, Demit, dan Alam Pakuan.
Baca Juga: Banjir Bandang Landa Deli Serdang, 2 KK dan 8 Jiwa Mengungsi
Menurut Daniel, dampak terendamnya 8 desa di Kecamatan Sandai itu, terdapat 2.292 Kepala Keluarga (KK) dan 7.637 jiwa terdampak banjir dan 3.120 KK dan 9.770 jiwa terendam banjir.
Daniel menuturkan, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Ketapang, akibat musibah banjir ini sedikitnya 1.620 unit rumah terdampak banjir dan 2.344 rumah terendam banjir.
"Selain rumah, musibah banjir ini juga merendam pasar, gedung sekolah, rumah ibadah, Posyandu, kantor desa, BUMDes, Poskesdes, gedung pertemuan, dan gedung kesenian," ucap Daniel.
Daniel menjelaskan, sampai hari ini banjir masih menggenangi sejumlah pemukiman warga di 8 desa.
"Saat ini BPBD Kabupaten Ketapang masih melakukan asasmen di lokasi banjir untuk memastikan fasilitas umum yang terdampak banjir ini," kata Daniel, menjelaskan.
Sebanyak dua kecamatan dengan delapan desa di Kabupaten Ketapang terendam banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Pawan, akibat tingginya intensitas hujan sejak sepekan terakhir.
“Ada 8 desa terdampak, desa Sandai, Muara Jekak, Petai Patah, Panjawaan, Randau Jungkal, Istana, Demit dan Desa Alam Pakuan,” ujar Daniel.
Banjir yang terjadi di 2 kecamatan yakni Sandai dan Tumbang Titi, menurut data yang dihimpun petugas, terdapat ribuan korban yang terdampak.
“Ada 3.120 kk yang terendam rumahnya kemduian ada 9.770 jiwa yang terdampak,” terangnya.
Meski banjir sudah merendam pemukiman, namun masyarakat enggan dievakuasi lantaran berharap banjir dapat surut dalam waktu dekat.
“Saat ini tim sedang melakukan assesment ke lokasi untuk menginventarisasi jumlah penduduk dan fasilitas umum yag terdampak,” turut Daniel.