PONTIANAKGLOBE.COM,PONTIANAK -- Karnaval Budaya Anak yang diikuti oleh para anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menghadirkan pesona berpakaian adat daerah seperti teluk belaga dan baju kurung, telah menambah semarak peringatan Hari Jadi ke-252 Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Pada Jumat, 20 Oktober 2023, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono di Pontianak menyampaikan rasa antusiasme dan rasa syukur yang besar.
Ia mengapresiasi partisipasi anak-anak dalam karnaval budaya anak yang diadakan di Taman Alun-alun Kapuas. Karnaval ini adalah salah satu cara untuk memeriahkan Hari Jadi Pontianak.
Baca Juga: Cara Pre-order iPhone 15 yang Dibuka Hari Ini
Tema yang diusung dalam karnaval ini adalah "Pontianak Bersinar, Harmonis, dan Tangguh," dan diharapkan tema ini menjadi sebuah doa untuk masa depan anak-anak Pontianak.
Wali Kota juga mengapresiasi agenda Karnaval Budaya Anak PAUD Kota Pontianak yang dipersembahkan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Pontianak.
Ia menekankan pentingnya peran HIMPAUDI sebagai organisasi dalam menemukan langkah-langkah strategis dalam pendidikan anak-anak sejak usia dini.
Edi juga mengingatkan bahwa pendidikan yang benar harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada para orang tua.
Baca Juga: Bayern Munich Yakin Menjaga Jamal Musiala dengan Kontrak Baru dan Tak Tergoda Klub Lain
Edi Rusdi Kamtono menjelaskan bahwa para tutor di PAUD seperti figur orang tua bagi anak-anak, dan tugas mereka dalam mendidik banyak anak tentu tidak mudah.
Perayaan Hari Jadi ini tidak hanya diramaikan oleh Pemerintah Kota Pontianak, melainkan juga oleh berbagai agenda yang diselenggarakan oleh organisasi kemasyarakatan dan komunitas lokal.
Informasi tentang seluruh rangkaian acara ini dapat dengan mudah ditemukan di media sosial, dan Wali Kota mengajak seluruh warga Pontianak untuk turut serta dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi.
"Ayo, warga Pontianak, mari kita bersama-sama merayakan Hari Jadi ini, sambil mengenang dan memetik pelajaran dari perjuangan Sultan Syarif Abdurrahman di masa lalu," ujar Edi Rusdi Kamtono.