Banyak perempuan tidak memiliki aset atas nama dirinya. Selain itu akses modal memerlukan pendidikan, ketrampilan dan kepemimpinan.
Oleh karena itu pelatihan ini menjadi sangat penting bagi peserta untuk mendukung dunia usaha dan industri yang digeluti masing-masing. Syukur diantaranya ada yang sudah mampu berorientasi pasar ekspor.
Salah satu kunci pembangunan yang berkesetaraan gender dapat dilihat dari apakah laki-laki dan perempuan dapat mengakses sumberdaya pembangunan, berpartisipasi dalam proses pembangunan, ikut dalam proses pengambilan keputusan, serta menikmati manfaat dari hasil pembangunan tersebut.
Maka dari itu, kolaborasi untuk mendukung peran perempuan khususnya di bidang ekonomi sangat dibutuhkan.
Diharapkan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan semua elemen masyarakat, tidak menjadi usaha akhir melainkan menjadi langkah awal dalam sebuah proses untuk memajukan pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan. (Vincent Julipin)
* Penulis adalah mantan wartawan, kini aktif sebagai penulis lepas, aktivis pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta pekerja sosial
Artikel Terkait
Bantu Pendapatan UMKM, Pelanggan Manfaatkan QRIS Jika Lupa Bawa Uang Tunai di Dompet
Teten Masduki Minta Penghapusan Tagihan Kredit Macet Segera Diwujudkan, Segini Jumlah UMKM Butuh Pembiayaan
OJK Ingin UMKM Naik Kelas Dengan Mengoptimalkan Pemasaran Digital
Kemenkop UKM Target 24 Juta UMKM Onboarding Digital Melalui RRI
Kementerian Koperasi dan UKM Target 10 Juta Pelaku UMKM Memiliki NIB
Presiden Tinjau Kesiapan UMKM dan Lokasi Wisata di Labuan Bajo
Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat Junaidi Sebut UMKM Pilar Utama Perekonomian Indonesia
Bertekad Bantu UMKM Naik Kelas, Promedia dan Kemenkop Kolaborasi Bangun Megaportal PLUT-KUMKM