Momen Hasto Kristiyanto Dicecar Jaksa Soal Arti Balasan 'Oke Sip' ke Saeful Bahri

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 27 Juni 2025 | 11:43 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Dok. PDI Perjuangan)
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Dok. PDI Perjuangan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, memberikan penjelasan di hadapan majelis hakim terkait makna balasan pesan “oke sip” yang ia kirimkan kepada mantan kader PDIP, Saeful Bahri.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis, 26 Juni 2025, Hasto mengungkap bahwa pesan tersebut hanyalah balasan spontan yang ia kirim tanpa memahami isi pesan secara mendalam.

Baca Juga: Momen Candaan Prabowo ke Bahlil saat Peresmian EBT di Jatim: Nasib Kau Baik Jadi Menteri

Hasto diduga terlibat dalam membantu pelarian buronan KPK, Harun Masiku, yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Selatan I pada Pemilu 2019.

Ia juga diduga menghalangi penyidikan dengan memerintahkan Harun untuk kabur pada 2020 lalu.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Budhi Sarumpaet, mengkonfrontasi Hasto terkait pernyataan Saeful Bahri dalam sidang sebelumnya.

Saeful mengaku bertemu dengan Harun Masiku bersama seorang advokat bernama Donny Tri Istiqomah, usai lebih dulu menemui Hasto.

Baca Juga: Trump Cemooh Zohran Mamdani usai Politikus Muslim Itu Maju Jadi Calon Wali Kota New York, Begini Kata-nya

Jaksa mengungkap bahwa dalam pertemuan itu disepakati tiga langkah untuk meloloskan Harun sebagai anggota DPR, yakni:

  1. Menempuh jalur normatif dengan mengajukan fatwa ke Mahkamah Agung, sesuai arahan Hasto.
  2. Meminta Riezky Aprilia—Caleg terpilih dari PDIP di dapil tersebut—untuk mengundurkan diri.
  3. Melakukan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Riezky Aprilia.

Jaksa kemudian bertanya apakah Hasto mengetahui atau dilapori terkait rencana tersebut.

Namun, Hasto membantah.

Baca Juga: Putusan Banding Tetapkan Paula Verhoeven Tidak Terbukti Durhaka, Cerai dengan Baim Wong Tetap Dikabulkan

“Mengenai pertemuan mereka dengan Harun Masiku, apakah ada dilaporkan kepada saudara terdakwa?” tanya jaksa.

“Tidak. Hanya ada pesan WhatsApp dari saudara Saeful yang mengatakan, ‘izin mas, saya sudah ketemu dengan Pak Harun. Pamit mau geser dari SS (Sutan Syahrir)’, seperti itu,” jawab Hasto.

Jaksa lantas menyoroti balasan Hasto yang hanya menuliskan “oke sip” setelah menerima pesan itu. Hasto menegaskan bahwa balasan tersebut merupakan respons standar, bukan tanda persetujuan atau pemahaman atas isi laporan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X