PONTIANAKGLOBE | Sabtu 17 Mei 2025 — Rangkaian kegiatan Finalis Bujang dan Dara dalam perhelatan Pekan Gawai Dayak ke-39 (2025) resmi dimulai hari ini dengan agenda refleksi dan edukasi.
Kegiatan itu dimulai dengan ziarah ke makam tokoh-tokoh Dayak yang terletak di Pemakaman Santo Yusuf, Sungai Ambawang dan Sungai Raya, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan tokoh penting dalam sejarah masyarakat Dayak Kalimantan Barat.
Setelah itu, para finalis melanjutkan kegiatan dengan anjangsana ke panti asuhan, dengan harapan untuk menunjukkan rasa kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.
Kegiatan itu menjadi bagian penting dalam membentuk kepribadian para calon duta budaya yang tak hanya cerdas dan berpenampilan menarik, tetapi juga memiliki empati dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Agenda ditutup dengan sesi pembekalan materi tentang Latihan Dasar Kepemimpinan yang difasilitasi oleh Sekretariat Bersama Kesenian Daerah (Sekberkesda) Kalimantan Barat.
Seluruh rangkaian sesi itu didampingi langsung oleh Bendahara Sekberkesda Marselina Maryani Soeryamassoeka, S.Hut., yang memberikan motivasi serta arahan strategis bagi para finalis.
Dalam pembekalannya, Marselina menyampaikan sejarah terbentuknya Sekberkesda, serta menekankan pentingnya komunikasi yang baik, etika dalam berinteraksi, dan sikap optimis sebagai generasi penerus bangsa.
Marselina juga menilai sejauh mana para finalis memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial melalui kegiatan ziarah dan anjangsana yang telah mereka jalani.
“Berperilakulah yang baik, agar bisa menjaga harkat dan martabat kalian sebagai wakil masyarakat Dayak,” tegas Marselina (17/05).
Marselina juga mengingatkan bahwa menjadi finalis bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal tanggung jawab moral dan budaya.
Sebagai penutup, ia berpesan, untuk seluruh peserta Bujang dan Dara Pekan Gawai Dayak ke 39 2025 untuk mempelajari seni, budaya, dan hidup dengan warisan masyarakat.
“Pelajari seni budaya, warisan adat istiadat, sebab kalian adalah duta untuk masyarakat Dayak,” tegas Marselina, (17/05).
Rangkaian kegiatan itu Bendahara Sekberkesda berharap agar menjadi bekal awal penting bagi para Finalis Bujang dan Dara Gawai Dayak 2025 dalam menapaki peran mereka sebagai representasi budaya dan harapan masa depan masyarakat Dayak.