Begini Curhat Pedagang Es Krim di Karawang: Pertamax Oplos dalam Kasus Korupsi Pertamina, Dampaknya Nyata bagi Kesejahteraan Kami

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 27 Februari 2025 | 16:15 WIB
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah).  (Facebook @EskitaEskrim)
Potret Pedagang Es Krim Keliling ‘Es Kita Es Krim’ di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Aji Setiawan (tengah). (Facebook @EskitaEskrim)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kasus dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga yang menyeret Direktur Utama Riva Siahaan sebagai tersangka tengah menjadi perbincangan hangat di Tanah Air.

Riva diduga terlibat dalam skandal tata kelola minyak mentah dan produksi kilang PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.

Baca Juga: Pertamina Antisipasi Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg di Kalimantan Barat Jelang Akhir Tahun, Begini Strateginya

Pada Selasa, 25 Februari 2025, Kejaksaan Agung menetapkan Riva sebagai salah satu dari tujuh tersangka dalam kasus ini.

Menurut Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, skandal tersebut menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

"Perbuatan melawan hukum ini telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp193,7 triliun," ujar Qohar dalam konferensi pers di Jakarta.

Penyelewengan Spek Minyak Pertamax Jadi Pertalite

Salah satu temuan dalam kasus ini adalah dugaan penyelewengan spesifikasi minyak.

Riva diduga membeli bahan bakar Ron 90 (Pertalite), lalu mencampurnya (blending) di storage atau depo untuk meningkatkan spesifikasinya menjadi Ron 92 (Pertamax), yang kemudian dijual dengan harga lebih tinggi.

"Dalam pengadaan produk kilang oleh PT Pertamina Patra Niaga, tersangka RS melakukan pembelian untuk Ron 92 (Pertamax), padahal sebenarnya hanya membeli Ron 90 (Pertalite) dan melakukan blending di storage/depo untuk meningkatkan spesifikasinya. Hal ini tidak diperbolehkan," jelas Qohar.

Baca Juga: Simon Aloysius Mantiri Gantikan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina

Dampak Nyata bagi Konsumen BBM Pertamina

Dugaan praktik curang ini memicu reaksi dari masyarakat, terutama dari kalangan pedagang kecil yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk menjalankan usahanya.

Aji Setiawan (37), seorang pedagang es krim keliling di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, mengungkapkan kekesalannya.

"Ini jelas berdampak bagi kami, para pedagang kecil. Untuk berjualan, kami harus naik kendaraan, dan kendaraan butuh BBM," ujar Aji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Budaya Tumbuh dari Keberanian

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:42 WIB
X