Investor Asing Dianggap Masih Melirik Properti Indonesia

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Minggu, 15 Februari 2026 | 07:30 WIB
CBRE Indonesia memperkirakan peningkatan tingkat okupansi di berbagai sektor akan mendorong investasi baru di pasar properti. (Dok. Ist)
CBRE Indonesia memperkirakan peningkatan tingkat okupansi di berbagai sektor akan mendorong investasi baru di pasar properti. (Dok. Ist)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pasar properti Jakarta diproyeksikan tetap menunjukkan pemulihan yang stabil sepanjang 2026, seiring meningkatnya aktivitas korporasi dan perubahan kebutuhan penyewa. Momentum positif yang terlihat pada kuartal sebelumnya diperkirakan berlanjut di berbagai sektor properti.

Laporan prospek pasar terbaru CBRE Indonesia mencatat permintaan yang masih kuat pada sektor perkantoran, industri dan logistik, ritel, serta perhotelan dalam jangka pendek hingga menengah. Dengan pasokan baru yang relatif terbatas, tekanan persaingan harga sewa diprediksi mulai berkurang.

Managing Director CBRE Advisory Indonesia, Angela Wibawa, menyampaikan optimisme terhadap kinerja sektor properti tahun ini dalam Media Briefing pada hari Rabu (11/2/2026).

“Pasar properti diperkirakan akan terus tumbuh tahun ini. Kami memperkirakan permintaan dari ekspansi korporasi akan mendukung sektor perkantoran dan industri/logistik, sementara pergeseran gaya hidup perkotaan akan mendorong sektor ritel.” Ia kemudian menambahkan bahwa pertumbuhan pariwisata (yaitu kedatangan pengunjung) akan membantu meningkatkan tingkat okupansi hotel di Jakarta.

Baca Juga: BPBD Ungkap Dampak Banjir dan Longsor di Majalengka

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, Anton Sitorus, menilai stabilitas ekonomi Indonesia menjadi faktor penting yang menopang pasar properti. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan PDB nasional rata-rata berada di sekitar 5 persen dan diperkirakan dapat dipertahankan hingga 2028. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 6–8 persen pada 2029, yang menunjukkan optimisme terhadap prospek jangka panjang.

Menurut Anton, stabilitas ekonomi tersebut menjadi dasar bagi berbagai keputusan investasi properti, mulai dari ekspansi perusahaan multinasional hingga strategi investasi domestik.

Dari sektor perkantoran, Co-Heads of Office Services CBRE Indonesia, Judy Sinurat dan Albert Dwiyanto, melihat peningkatan penyerapan ruang kantor, terutama di kawasan CBD. Tingkat okupansi perkantoran di kawasan tersebut tercatat sekitar 76 persen pada akhir 2025, sementara wilayah non-CBD mencapai sekitar 74 persen.

Permintaan diperkirakan tetap kuat pada 2026, didorong oleh ekspansi perusahaan di sektor manufaktur, energi, teknologi, dan jasa.

Sementara itu, sektor industri dan logistik juga menunjukkan pertumbuhan positif. Head of Industrial Services CBRE Indonesia, Ivana Soesilo, mencatat tingginya permintaan yang dipicu investasi di sektor manufaktur, e-commerce, dan FMCG. Penyerapan lahan industri mencapai sekitar 218 hektare sepanjang 2025, sementara tingkat okupansi pusat logistik mendekati 95 persen.

Kondisi tersebut membuat harga lahan industri dan sewa logistik relatif stabil, meski tekanan permintaan terus meningkat.

Baca Juga: Erick Thohir Puji Bocah 5 Tahun di Meja Biliar

Di sektor ritel, tingkat okupansi pusat perbelanjaan tetap tinggi, berada di atas 85 persen sepanjang 2025. Mal kelas atas mencatat performa paling kuat dengan okupansi sekitar 95 persen, didukung inovasi konsep gaya hidup dan pengalaman belanja yang lebih interaktif bagi pengunjung.

Secara regional, pasar properti Asia-Pasifik diperkirakan kembali mencatat kinerja positif pada 2026. Indonesia dinilai tetap menarik bagi investor asing berkat kekuatan sumber daya alam, komoditas, dan pasar konsumen yang besar.

Angela menilai faktor-faktor tersebut akan terus mendorong pertumbuhan sektor industri, logistik, perkantoran, ritel, dan perhotelan dalam beberapa tahun mendatang.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X