Amerika Serikat juga akan terus mendorong pertanggungjawaban atas kekejaman militer, termasuk melalui dukungan bagi Mekanisme Investigasi Independen PBB untuk Myanmar dan upaya internasional lainnya untuk melindungi dan mendukung populasi yang rentan, termasuk Rohingya.
“Kami menyambut baik tindakan yang diambil oleh sekutu dan mitra kami untuk mendesak rezim agar mengakhiri krisis ini. Kami berharap dapat membangun kerja sama dengan ASEAN dan para anggotanya, dengan PBB setelah pengesahan Resolusi Dewan Keamanan PBB baru-baru ini tentang situasi di Burma, dan dengan komunitas internasional, saat para mitra berusaha untuk menegakkan Konsensus Lima Poin ASEAN, mengintensifkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap militer, dan mendukung Burma yang damai, demokratis, dan makmur,” ujar Antony J Blinken. ***
Artikel Terkait
Batal Urus LGBTQI+ ke Indonesia, Kedubes Amerika Serikat Sebut Memajukan HAM
Dubes Amerika Serikat Sung Kim Tegaskan AS Batalkan Kunjungan Utusan Khusus LGBT Jessica Stern ke Indonesia
Amerika Serikat Luncurkan Resilient Coffee untuk Dukung Petani Kopi Indonesia
Joe Biden Presiden Amerika Serikat Mengenang Paus Emeritus Benediktus XVI Sebagai Inspirasi bagi Kita Semua
Ketua DPR Amerika Serikat, Rintis Karir Dari Pemadam Kebakaran Menuju Politikus
Awal Tahun 2023, Penembakan Massal Terjadi Lagi di Monterey Park, Amerika Serikat.