“Bawaslu harus tegas dalam menegakkan aturan, tidak boleh ragu, tapi juga jangan sampai Bawaslu malah menjadi badan pembuat was-was pemilu yang membuat was-was masyarakat untuk memilih peserta pemilu untuk bersosialisasi. Artinya apa? ingar bingar pemilu tetap harus terasa sebagai bagian dalam kita berdemokrasi. Ini penting sekali, harus ingar bingar pemilunya. Jangan sampai kita mengadakan pemilu senyap, kelihatan enggak ada apa-apa, ya enggak benar juga. Menurut saya, kuncinya aturan main harus jelas dan disosialisasikan,” paparnya.
Arahan keempat, Presiden mendorong agar Bawaslu melibatkan partisipasi masyarakat seluas-luasnya.
Presiden juga meminta agar Bawaslu menggencarkan pendidikan politik, literasi, dan partisipasi masyarakat untuk menjaga pemilu yang berintegritas dan berkualitas.
“Partisipasi masyarakat ini akan mempermudah tugas Bawaslu. Partisipasi masyarakat ini salah satunya penting dalam mengatasi praktik politik uang, ini hati-hati banyak kejadian mengenai ini,” ujar Jokowi.
“Politik uang itu sudah menjadi penyakit di setiap pemilu, pasti ada … Libatkan masyarakat untuk memperkecil peluang terjadinya politik uang karena jika ini dibiarkan berlama-lama ini akan merusak demokrasi kita, demokrasi Indonesia,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Akuarium Raksasa Berlin Meledak ! Dua Orang Terluka Karena Serpihan Kaca Aquadom, Sebagian Besar Ikan Mati
4 Obat Batuk Sirup Asal India Dikaitkan Dengan Kematian Anak di Gambia, Pemerintah India Anggap WHO Lancang
Lowongan PPPK Kota Bandung 398 Tenaga Kesehatan, Ternyata Segini Kebutuhan Riilnya
Rusia Bentuk Brigade Kreatif Garis Depan untuk Meningkatkan Moral Pasukannya, Berisi Vokalis dan Musisi
Babak Baru Pembangunan IKN Nusantara, Kementerian PUPR Rampung Bangun 16 Rusun Pekerja