Sempat Teriak “Mama” Tiga Kali, Berikut Kronologi Penusukan Anak Pulang dari Mengaji di Cimahi

photo author
Tim Pontianak Globe 03, Pontianak Globe
- Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:12 WIB
Kronologi penusakan anak ketika pulang mengaji di CImahi
Kronologi penusakan anak ketika pulang mengaji di CImahi

PONTIANAKGLLOBE.COM - Bocah berusia 12 tahun menjadi korban penusukan di sekitar Kebon Kopi Kelurahan Cibeureum, Kota Cimahi, Jawa Barat usai pulang mengaji, Rabu 19 Oktober 2022 malam.

Korban yang masih duduk di kelas 6 SD tersebut pun tewas karena luka yang dideritanya.

Ketua RT 06 Kelurahan Cibereum, Asep Dian menyebut korban ditusuk oleh orang tidak dikenal saat pulang mengaji dari Lembaga Pendidikan Agama Islam At-Taqwa.

Korban sempat jalan bersama teman-temannya.

Korban lalu berpisah dan pulang sendiri menuju rumahnya hingga ditusuk oleh orang tak dikenal.

"Kemungkinan besar penusukan di dekat toren (gang sepi)," kata Asep.

Asep menjelaskan, korban ditemukan tergeletak sekitar 150 hingga 200 meter dari lokasi penusukan.

Luka di tubuh korban terdapat di bagian punggung.

Asep sempat melakukan evakusi ke klinik terdekat.

Di klinik tersebut terlihat korban mengalami luka tusuk di punggung yang menembus bagian jantung.

Baca Juga: Panik dan Salah Injak Pedal Gas, Berikut Kronologi Anggota TNI dan Istri Tewas Ditabrak Putri Kandung

Dikarena lukanya cukup parah, korban pun dirujuk ke Rumah Sakir Rajawali dan ia meninggal saat menjalani perawatan.

Sementara itu, paman korban, Galih Pratama menceritakan hal senada mengenai kronologi kejadiannya bahwa saat keponakannya pulang mengaji di sekitar rumahnya di Jalan Mukodar RT 04/07, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Saat itu, menurut Galih korban ditusuk setelah pulang mengaji di Lembaga Pendidikan Agama Islam (LPAI) At-Taqwa di Kota Cimah pada pukul 18.30 WIB, Rabu 20 Oktober 2022.

Ia dan rekannya melewati jalur yang sedikit memutar agar bisa berjalan bersama-sama. Sesampai di persimpangan, PS berpisah dengan temannya.

Tanpa disadari ada seorang pria yang datang dan menikam punggung PS dengan senjata tajam.

Korban yang ketakutan sempat berlari menuju rumahnya sejauh 150 meter.

Namun setibanya di Jalan Mukodar Selatan tepatnya di depan depot air mineral ia berhenti berlari dan berteriak memanggil 'mama' sebanyak tiga kali untuk meminta pertolongan.

Belum juga sampai rumah, korban sudah kehabisan darah dan roboh di Jalan Mukodar beberapa meter dari rumahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Paulus Mashuri

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X