inter-nasional

Greenpeace Indonesia: CBD COP15 Berakhir, Indonesia Mesti Percepat Pengakuan Masyarakat Adat

Jumat, 23 Desember 2022 | 06:15 WIB
Hutan Adat Tenganan Pegringsingan. Foto: mitrapost

Hal ini berarti bahwa kegiatan skala industri yang merusak masih dapat terjadi di kawasan lindung.

Masalah lainnya ialah adanya ruang interpretasi bagi solusi palsu untuk menyelamatkan biodiversitas, seperti ketentuan tentang ‘penggunaan keanekaragaman hayati berkelanjutan’. Sejak awal, solusi palsu seperti skema nature-based solutions dan offsets (tukar-menukar) memang mewarnai pembicaraan.

Secara sederhana, skema biodiversity offsets adalah desain aktivitas untuk ‘menukar’ kerusakan keanekaragaman hayati di suatu tempat dengan melindungi biodiversitas di kawasan lain.

Pendanaan yang diputuskan sebesar US$ 20 miliar per tahun mulai 2025, kemudian US$ 30 miliar per tahun pada 2030 merupakan permulaan, tapi ini belum cukup mengingat kebutuhan pendanaan keanekaragaman hayati mencapai US$ 700 miliar.

“Tak jelas dari mana sisa uang itu akan diperoleh. Ini bukan cuma seberapa banyak, tapi juga seberapa cepat pendanaan itu bisa sampai ke negara berkembang terlebih dulu,” kata Sekar

Halaman:

Tags

Terkini