inter-nasional

Dewan Pers Nilai UU KUHP Mengancam Kemerdekaan Pers dan Demokrasi. Ini Poin-poin Pasal yang Mengancam

Rabu, 7 Desember 2022 | 19:25 WIB
Dewan Pers menilai UU KUHP mengancam kemerdekaan pers dan demokrasi. (Foto Dewan Pers)

Arif menambahkan, ketentuan-ketentuan pidana pers dalam KUHP, mencederai regulasi yang sudah diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Padahal unsur penting berdemokrasi adalah dengan adanya kemerdekaan berekspresi, kemerdekaan berpendapat, serta kemerdekaan pers.

Dalam kehidupan yang demokratis, kemerdekaan menyampaikan pikiran dan pendapat sesuai dengan hati nurani dan hak memperoleh informasi, merupakan hak asasi manusia hakiki.

Dewan Pers mencatat pasal-pasal UU KUHP yang berpotensi mengkriminalisasi wartawan dan mengancam kemerdekaan pers, kemerdekaan berpendapat, dan berekspresi, sebagai berikut:

  1. Pasal 188 yang mengatur tentang tindak pidana penyebaran atau pengembangan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme.
  2. Pasal 218, Pasal 219, dan Pasal 220 yang mengatur tindak pidana penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat Presiden dan Wakil

Presiden.

  1. Pasal 240 dan Pasal 241 yang mengatur tindak pidana penghinaan terhadap

Pemerintah.

  1. Pasal 263 yang mengatur tindak pidana penyiaran atau penyebarluasan berita

atau pemberitahuan bohong.

  1. Pasal 264 yang mengatur tindak pidana kepada setiap orang yang menyiarkan

berita yang tidak pasti, berlebih-lebihan, atau yang tidak lengkap.

  1. Pasal 280 yang mengatur tentang gangguan dan penyesatan proses peradilan.
  2. Pasal 300, Pasal 301, dan Pasal 302 yang memuat tentang tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan.
  3. Pasal 436 yang mengatur tindak pidana penghinaan ringan.
  4. Pasal 433 mengatur tindak pidana pencemaran.

10.Pasal 439 mengatur tindak pidana pencemaran orang mati.

11.Pasal 594 dan Pasal 595 mengatur tindak pidana penerbitan dan pencetakan. ***

Halaman:

Tags

Terkini