inter-nasional

Empat Suster asal Indonesia Ucapkan Kaul Kekal di Roma. Padre Marco Ingatkan Hidup Membiara Bukan Kontrak

Rabu, 5 Oktober 2022 | 21:07 WIB
Empat suster asal Indonesia mengucapkan kaul kekal di Roma, Italia, belum lama ini. (IST/Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, ROMA - Hidup membiara adalah sebuah panggilan berbeda dengan kontrak atau MoU.

Kerena itu sebabnya Yesus ingin menegaskan kepada kita bahwa kita hanya bebas melakukan hal yang benar dan betul, ketika Yesus tetap menjadi prioritas utama dalam hidup kita.

Hanya dengan itu kita bebas melayani Dia, dan sesama dengan bebas, tanpa batas, tanpa rasa takut tanpa cemas.

Kebebasan batin yang Yesus berikan kepada kita ini membuat kita kuat sebagai pribadi dan orang terpanggil.

Demikian dikemukakan Romo Markus Solo Kewuta SVD dalam kotbahnya saat menerima Kaul Kekal 4 Suster Indonesia dari Congregazione delle suore di carità del Buon e Perpetuo Soccorso atau Kongregasi Suster-Suster Karitas Bunda Yang Setia dan Penolong Abadi, dalam Misa Kudus tiga bahasa (Italia, Inggris, dan Indonesia) di Gereja Bunda Maria Penolong Abadi di Roma, Sabtu, 1 Oktober 2022 waktu setempat. 

Keempat suster tersebut dua dari Atambua, Timor. Satu dari Ngada, satu lagi dari Manggarai, Flores, NTT.  

Mereka adalah Sr M Margareta Soi, Sr M Yuliana Hanul, Sr M Agata Mbewu, dan Sr M Monika Olo Mali, yang berasal dari Kongregasi Suster-Suster Karitas Bunda Yang Setia dan Penolong Abadi berada di Jl Ranaka-Kumba, Ruteng, Flores, NTT.

Padre Marco, demikian Romo Markus akrab disapa menguraikan bahwa ada tiga pilar dalam kehidupan kita yang membuat kita merasa aman dari dulu hingga sekarang bahkan mungkin untuk selama-lamanya.

“Pertama rumah atau tempat tinggal, kedua orang tua, dan ketiga keluarga dalam konteks bukan hanya dari keluarga inti,” sebutnya.

Menurut Padre Marco, ketegangan terletak pada jawaban Yesus dalam tiga pilar ini. Kata Yesus jika rumah atau tempat tinggal, jika orang tua, jika keluarga lebih penting daripada Aku maka anda tidak bisa mengikuti Aku.

“Apa maksud Yesus dengan perkataan ini. Bukankah dia ingin membebaskan kita semua dan merangkul kita semua tanpa syarat,” ucapnya.

Yesus, tandas Padre Marco, tidak ingin menakuti kita semua, dia tidak ingin memgundang hanya mereka yang memenuhi keiteria-kriteria tertentu. Dia juga tidak ingin membuat tuntutan berbelit dan yang membebankan. Tetapi Dia mengatakan seperti dalam injil Mateus pasal 11 ayat 30 ‘Kuk yang Kupasnag itu enak dan bebanKu pun ringan’.

Di balik semua ini, lanjut Padre Marco, Tuhan sebetulnya peduli dengn kepribadian manusia yang kita sebut panggilan. Artinya Dia memangiil dan membimbing semua yang Dia peduli dan Dia cintai ke dalam sebuah alam kehidupan yang bebas, hidup baru bersamaNya.

“Yesus ingin menjelaskan keterikatan kita dengan berbagai hal yang dilambangkan dengan 3 pilar tersebut. bahwa sejatinya keterikatan kita dengan berbaga hal di dunia ini akan terbukti dengan jelas melalui  masalah-masalah yang kita hadapi. Dengan demikian kita bisa bersaksi dengan pengalaman kita. Ketika masalah demi masalah muncul dalam hidup kita di situ tampak dengan jelas dimana kita berpihak,” jelas Padre Marco.

Kepada 4 suster asal Indonesia yang mengucapkan kaul kekal, Padre Marco menekankan bahwa hidup memibara adalah sebuah panggilan. berbeda dengan kontrak atau memorandum of understanding.

Halaman:

Tags

Terkini