inter-nasional

Koalisi Keadilan Iklim Merespons Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo, Merdeka Tanpa Keadilan Iklim

Rabu, 23 Agustus 2023 | 20:35 WIB
Ilustrasi hutan gundul di Indonesia. (Phinemo.com/Tangkapan Layar)

Saat ini terdapat peningkatan risiko ancaman bahaya dan dampak perubahan iklim di Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir (2013-2022) Badan Nasional Penanggulangan Bencana merekam terjadinya bencana terkait cuaca dan iklim sebanyak 28.471 kejadian yang mengakibatkan 38.533.892 orang menderita, 3,5 juta lebih orang mengungsi, dan lebih dari 12 ribu orang terluka, hilang, dan meninggal dunia.

WALHI mencatat bahwa hilirisasi nikel terbukti telah memporak porandakan bentang alam di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara, baik di darat maupun di pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.

Sampai dengan tahun 2022, konsesi lahan untuk tambang nikel di Indonesia mencapai 1.037.435,22 hektar. Dari jumlah itu, lahan seluas 765.237,07 hektare berada dalam kawasan hutan.

Berdasarkan analisis Madani, terdapat 9,7 juta hektare hutan alam yang belum dilindungi kebijakan (di luar PIPPIB, PIAPS, dan izin/konsesi) yang mendesak untuk segera dilindungi agar Indonesia dapat mencapai target FOLU net sink 2030.

Sementara itu, deforestasi masih saja terjadi di area izin dan konsesi. Madani mencatat 62% deforestasi pada periode 2021-2022 terjadi di area yang dikelola perusahaan. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini