KMP Rafelia 2 (2016)
Tenggelam akibat kelebihan muatan. Kapal tidak mampu menahan beban penumpang dan kendaraan.
KMP Yunicee (2021)
Hanyut dan tenggelam saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk karena arus deras dan gelombang tinggi.
KMP Tunu Pratama Jaya (2025)
Tenggelam usai hilang kontak. Operasi pencarian masih berlangsung saat ini.
Baca Juga: Pertimbangan Beli Mobil Listrik, Pahami Dulu Beda Baterai NCM dan LFP
Rangkaian insiden di Selat Bali mengindikasikan bahwa sistem keselamatan pelayaran masih memiliki banyak celah.
Pemerintah dan otoritas terkait didesak untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki standar operasional kapal, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi laut ekstrem agar tragedi serupa tak terus terulang.***