KMP Rafelia 2 (2016)
Tenggelam akibat kelebihan muatan. Kapal tidak mampu menahan beban penumpang dan kendaraan.
KMP Yunicee (2021)
Hanyut dan tenggelam saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk karena arus deras dan gelombang tinggi.
KMP Tunu Pratama Jaya (2025)
Tenggelam usai hilang kontak. Operasi pencarian masih berlangsung saat ini.
Baca Juga: Pertimbangan Beli Mobil Listrik, Pahami Dulu Beda Baterai NCM dan LFP
Rangkaian insiden di Selat Bali mengindikasikan bahwa sistem keselamatan pelayaran masih memiliki banyak celah.
Pemerintah dan otoritas terkait didesak untuk memperkuat pengawasan, memperbaiki standar operasional kapal, dan meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi laut ekstrem agar tragedi serupa tak terus terulang.***
Artikel Terkait
Lulu Tobing Gugat Cerai Bani Mulia, Ternyata Dia Bukan Kaleng-kaleng Direktur 9 Perusahaan Cucu Raja Kapal
KKP Menangkap Tiga Kapal yang Diduga Menjarah Harta Karun di Perairan Indonesia
Coldplay Memberikan Dukungan Nyata untuk Lingkungan: Mendonasikan Kapal Pembersih Sampah di Sungai Cisadane bekerjasama dengan The Ocean Cleanup
Google Doodle Rayakan Kapal Pinisi, Warisan Budaya Dunia
Kapal Pinisi Jadi Tema Google Doodle 7 Desember 2023. Begini Sejarahnya, Kerinduan Pangeran akan Kampung Halaman
Ada Apa? Amerika Serikat Tarik Kapal Induk Tercanggihnya dari Israel!