PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Promedia Teknologi Indonesia (PTI) kembali menghadirkan Journalism 360: Mediapreneur Talks Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan, yang kali ini akan digelar di Kota Tangerang, Banten, pada Rabu, 2 Juli 2025.
Setelah sukses menyambangi Semarang, Palembang, dan Medan, kota Tangerang menjadi titik keempat dari enam kota dalam rangkaian roadshow nasional Promedia.
Baca Juga: Pasca Serangan AS ke Iran, Prabowo Siapkan Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik
Acara akan berlangsung di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, dengan dukungan sponsor dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Bank BJB dan Bank BJB Syariah turut memberikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan event ini.
Baca Juga: Pesawat 'Misterius' China Terpantau Terbang ke Iran di Tengah Gempuran Israel-AS
Mediapreneur Talks menyasar jurnalis dan pelaku industri media di Banten untuk memperkuat ekosistem bisnis media yang berkelanjutan melalui kolaborasi dan pendekatan digital.
Tiga topik utama akan menjadi sorotan dalam seminar ini:
- Lanskap dan model bisnis media berkelanjutan oleh CEO Promedia, Agus Sulistriyono.
- Tren iklan digital terkini oleh CEO Props, Ilona Juwita.
- Pengembangan jurnalisme berkualitas oleh Suprapto Sastro Atmojo, Ketua Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital (KTP2JB).
Dalam sesi sebelumnya di Medan, 23 Januari 2025, Agus Sulistriyono menekankan pentingnya mempertahankan brand media yang telah lama berdiri.
“Kalau brand media sudah puluhan tahun, pertahankan. Yang penting, kita harus dinamis mengikuti zaman,” ujarnya.
Promedia sendiri merupakan perusahaan teknologi dan konsultan media yang menjalin kolaborasi dengan para pemilik media di Indonesia, mengusung konsep economic sharing atau gotong royong.
“Kami hadir untuk mendukung media lokal dengan teknologi, pelatihan, infrastruktur, strategi, hingga monetisasi,” tambah Agus.
Promedia berharap kehadiran Mediapreneur Talks di Banten dapat memperkuat kolaborasi antara jurnalis, pengusaha media, dan pemangku kepentingan lainnya demi masa depan jurnalisme yang lebih berkualitas dan berdaya saing.***