PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St Petersburg, Kamis, 19 Juni 2025, dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Rusia.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif itu menandai komitmen kedua negara untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
Baca Juga: Laporkan Menkop Budi Arie soal Fitnah Judi Online, Kader PDIP Diperiksa 29 Pertanyaan di Bareskrim
Dalam pernyataannya, Prabowo mengingatkan kembali kontribusi besar Rusia sejak awal kemerdekaan Indonesia, kala masih bernama Uni Soviet.
“Indonesia saat itu baru merdeka dan masih sangat miskin, tetapi Uni Soviet—yang di dalamnya Rusia menjadi inti—sudah sangat membantu kami,” ujar Prabowo, Jumat, 20 Juni 2025.
Ia menyebut bantuan Rusia diberikan tanpa syarat yang membebani, dan hingga kini masih terasa manfaatnya di berbagai penjuru Tanah Air.
“Sampai hari ini rakyat Indonesia tidak lupa dengan bantuan Rusia. Di ibu kota dan kota-kota besar lain, banyak gedung, jembatan, kereta api, hingga pabrik besar yang dibangun berkat bantuan Rusia,” ungkapnya.
Baca Juga: Suap Hakim Rp4 Miliar Terbongkar demi Bebaskan Ronald Tannur, Pengacaranya Divonis 11 Tahun
Sementara itu, Presiden Putin menyebut Indonesia sebagai mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik.
Ia menekankan bahwa hubungan bilateral ini dibangun atas dasar kepercayaan dan persahabatan.
“Tahun ini kami merayakan 75 tahun hubungan bilateral. Negara kami turut memfasilitasi proses pembangunan Indonesia dan mendukung penguatan posisinya di ranah internasional,” kata Putin.
Putin juga menyampaikan harapannya agar kunjungan Prabowo kali ini menjadi momentum penguatan kerja sama strategis yang saling menguntungkan.
“Saya mengapresiasi kerja sama hari ini dengan Bapak Presiden. Kunjungan ini akan memperkuat kemitraan strategis kedua negara dan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan rakyat kita,” tandasnya. ***