PONTIANAKGLOBE.COM,PONTIANAK -- Setakad ini sedang ramai pemberitaan tentang perang antara Israel dengan Iran.
Kali ini kami akan membahas tentang negara Iran, yang memiliki sejarah panjang.
Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Republik Islam Iran (جمهوری اسلامی ایران), adalah negara di Asia Barat yang juga dikenal dengan nama Persia, terutama di dunia Barat hingga tahun 1935.
Meskipun penduduk lokal telah menyebutnya "Iran" sejak zaman kuno, baru pada 1959 istilah "Iran" dan "Persia" secara resmi disamakan penggunaannya oleh Mohammad Reza Pahlavi.
Nama "Iran" berasal dari kata "Arya", yang berarti "Tanah Bangsa Arya".
Iran berbatasan dengan Azerbaijan, Armenia, Turkmenistan, Afghanistan, Pakistan, Turki, Irak, serta memiliki garis pantai di Laut Kaspia, Teluk Persia, dan Teluk Oman.
Baca Juga: Menko Pratikno Ingatkan Bahaya Scrolling Medsos bagi Anak Muda: Picu Kebiasaan Berpikir Pendek
1. Sejarah Awal: Dari Elam hingga Akhemeniyah
Peradaban Iran bermula dari zaman Proto-Iran dan Elam.
Kedatangan bangsa Arya membawa terbentuknya Kekaisaran Media (728–550 SM), yang dilanjutkan oleh Kekaisaran Akhemeniyah (648–330 SM) yang dipimpin oleh Koresh Agung (Cyrus the Great).
Ia terkenal karena mendeklarasikan hak asasi manusia pertama dalam Silinder Koresh.
Pemerintahannya menolak perbudakan dan menjunjung tinggi toleransi terhadap budaya dan agama.
Darius Agung (522–486 SM) melanjutkan warisan itu, membangun ibu kota di Susa dan membangun kota Persepolis.
Ia juga mengembangkan sistem jalan raya seperti Jalan Kerajaan, mengenalkan koin emas (daric) dan perak (shekel), serta mengembangkan bahasa Persia Kuno.