inter-nasional

Menko Pratikno Ingatkan Bahaya Scrolling Medsos bagi Anak Muda: Picu Kebiasaan Berpikir Pendek

Selasa, 17 Juni 2025 | 20:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. (Instagram @pratikpratikno)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengingatkan pentingnya memberikan akses teknologi secara bertahap kepada anak muda di Indonesia.

Peringatan itu disampaikan Pratikno merespons tingginya waktu penggunaan layar (screen time) masyarakat Indonesia yang mencapai rata-rata 7,5 jam per hari.

Baca Juga: Fakta Kratom! Obat Tradisional Asia yang Jadi Perhatian Dunia Medis, Legal Diperdagangkan di Amerika Serikat

"Artinya, ada orang yang bisa menghabiskan waktu lebih dari belasan jam sehari di depan layar, kalau rata-ratanya saja sudah hampir 8 jam," ujarnya di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 17 Juni 2025.

Ia menilai, anak-anak bahkan yang berusia di bawah dua tahun kini sudah terpapar gawai akibat disrupsi teknologi yang masif.

Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius semua pihak, terutama orang tua.

Pratikno mengungkapkan, ia telah menerapkan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan keluarganya, khususnya bagi anak dan cucunya.

Baca Juga: Studi di Amerika Serikat Sebutkan Hampir Separuh Pengguna Kratom untuk Atasi Nyeri Kronis

Tujuannya agar mereka terbiasa berinteraksi dengan lingkungan nyata, bukan hanya lewat dunia maya.

Sebagai alternatif, ia mengganti televisi dan gadget dengan akuarium berisi ikan-ikan yang diberi nama tokoh-tokoh tertentu, agar anak-anak bisa belajar berimajinasi dan membangun kedekatan emosional.

"Di rumah anak saya, screen-nya adalah akuarium. Tokoh-tokoh dimasukkan ke situ agar ikan-ikannya punya nama. Jadi tiap pagi mereka ribut menyapa ikan-ikannya. Tidak ada TV, tidak ada screen," kata Pratikno.

Baca Juga: Regulasi Kratom di Amerika Serikat 2025: Negara Bagian Ambil Sikap Beragam, dari Perlindungan Konsumen hingga Pelarangan Total

Salah satu kekhawatiran utama yang disorot Menko PMK adalah kebiasaan scrolling media sosial yang menurutnya bisa merusak pola pikir generasi muda.

"Scrolling itu membuat orang terbiasa berpikir pendek. Ini bisa mengarah ke kebiasaan mengambil keputusan secara cepat dan dangkal, tanpa proses berpikir yang matang—mindless scrolling," tegasnya.

Ia pun mendorong agar generasi muda diarahkan untuk membangun pola pikir yang lebih dalam dan reflektif, bukan instan.

Halaman:

Tags

Terkini