inter-nasional

MBG Tuai Pujian Diaspora di Malaysia, Banyak Anak Sekolah Berangkat Tanpa Makan

Senin, 26 Mei 2025 | 07:45 WIB
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai secara serentak di 190 titik di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, KUALA LUMPUR -- Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti lobi Hotel Grand Hyatt Kuala Lumpur pada Minggu malam, 25 Mei 2025, saat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-49 ASEAN.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal dan bekerja di Malaysia menyambut kedatangan Presiden dengan antusias.

Baca Juga: Respons Ayah Lesti Kejora soal Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Doakan Saja

Salah satunya, Kamaludin—perantau asal Gayo Lues, Aceh—mengaku tak kuasa menahan haru saat akhirnya bertemu langsung dengan sosok yang selama ini hanya ia lihat dari layar kaca.

“Saya datang khusus untuk bertemu Pak Presiden. Selama ini hanya melihat beliau lewat media. Tapi hari ini bisa berjabat tangan langsung. Rasanya sulit digambarkan dengan kata-kata,” ucap Kamaludin dengan mata berbinar.

Ia juga mengapresiasi keramahan Prabowo yang dinilainya terbuka dan menghargai para diaspora.

Baca Juga: Trump Peringatkan Apple! Produksi iPhone Harus di AS atau Kena Tarif Impor 25 Persen

“Beliau menyambut kami dengan hangat. Itu membuat saya merasa dihargai sebagai bagian dari bangsa ini,” katanya.

Kamaludin secara khusus menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden.

Menurutnya, inisiatif tersebut bukan sekadar program, melainkan bentuk nyata kehadiran negara bagi rakyat kecil.

“Sebagai orang kampung, saya tahu rasanya berangkat sekolah tanpa makan. Banyak anak-anak mengalami itu. Tapi Pak Prabowo bisa melihat dan merasakan penderitaan mereka. Itu sangat menyentuh,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pembentukan pusat pengaduan atau call center di tiap provinsi guna menampung aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program nasional.

Baca Juga: 8 Pemain yang Dilepas Persija Jakarta Usai Liga 1 2024/2025, Termasuk Satu Pemain Timnas Indonesia

Menariknya, di akhir wawancara, Kamaludin menyamakan Prabowo dengan sosok Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.

“Dulu saya sempat ragu dengan Pak Prabowo. Tapi setelah melihat langsung kepemimpinannya—terutama ketegasannya dalam penegakan hukum—saya berubah. Koruptor bisa ditindak hanya dalam hitungan bulan. Kalau boleh saya bilang, mungkin Pak Prabowo ini adalah Soekarno kedua,” tutupnya mantap. ***

Tags

Terkini