inter-nasional

Eddie Nalapraya Wafat di Usia 93 Tahun, Inilah Jejak Sang Bapak Pencak Silat Dunia

Selasa, 13 Mei 2025 | 23:14 WIB
Potret momen mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kiri) bersama tokoh pencak silat Indonesia, Eddie Nalapraya (kanan). (x.com @aniesbaswedan)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Eddie Nalapraya, tokoh pendiri dan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), wafat pada usia 93 tahun setelah menjalani perawatan di RS Pondok Indah, Jakarta, pada Selasa, 13 Mei 2025.

Jenazah almarhum dimakamkan pada hari yang sama di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Selain dikenal sebagai tokoh penting dalam dunia pencak silat, Eddie juga menyandang pangkat Mayor Jenderal TNI (Purn) dan memiliki peran besar dalam dunia militer serta pemerintahan Indonesia.

Penghormatan terhadap jasa-jasa Eddie datang dari berbagai tokoh, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Beliau bukan hanya tokoh Betawi tertua dan Ketua Majelis Adat Betawi, tetapi juga tokoh dunia pencak silat," tulis Anies melalui akun X pribadinya @aniesbaswedan, Selasa (13/5/2025).

"Di bawah kepemimpinannya, pencak silat Indonesia menjelajah dunia dan menjelma sebagai warisan budaya tak ternilai," tambahnya.

Berikut rangkuman mengenai latar belakang dan kiprah Eddie Nalapraya, sosok yang dikenal sebagai Bapak Pencak Silat Dunia.

1. Latar Belakang dan Pendidikan

Eddie Nalapraya memulai karier militernya sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia bergabung dengan Detasemen Garuda Putih saat Agresi Militer Belanda I, dan aktif dalam berbagai operasi militer mempertahankan kemerdekaan.

Pendidikan militernya ditempuh baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu yang menonjol adalah pelatihannya di Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Amerika Serikat, yang memperkuat kapasitasnya sebagai perwira militer profesional.

2. Perjalanan Karier

Dalam dinas militer, Eddie meraih pangkat Mayor Jenderal TNI dan pernah menjabat sebagai Komandan Kodam V/Jaya serta Asisten Teritorial Hankam.

Di luar militer, ia turut ambil bagian dalam pemerintahan. Eddie menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984–1987, mendampingi Gubernur R. Suprapto. Kiprah ini menunjukkan pengabdiannya yang luas, tidak hanya di militer, tetapi juga dalam pembangunan daerah.

Halaman:

Tags

Terkini