Pesan Terakhir Hotma Sitompul Sebelum Wafat, Begini Katanya tentang Warga Miskin dan Teraniaya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 18 April 2025 | 10:34 WIB
Potret momen mendiang pengacara Hotma Sitompul saat menjadi pembela kasus warga kecil di Indonesia.  (Instagram @hotmasitompoelofficial)
Potret momen mendiang pengacara Hotma Sitompul saat menjadi pembela kasus warga kecil di Indonesia. (Instagram @hotmasitompoelofficial)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dunia hukum Indonesia berduka atas kepergian pengacara senior Hotma Sitompul, yang wafat pada Rabu, 16 April 2025.

Kepergian Hotma meninggalkan jejak mendalam, tak hanya di ruang-ruang sidang, tetapi juga di hati para artis hingga masyarakat kecil yang pernah merasakan bantuan hukum darinya.

Baca Juga: Galaxy S25 Series Hadirkan Teknologi AI Multimodal dan Fitur Keamanan Unggul, Begini Kecanggihannya

Putra mendiang, Ditho Sitompul, mengenang ayahnya sebagai sosok yang tak hanya berdedikasi di jalur profesional, tetapi juga dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum kecil dan terpinggirkan.

"Papa bukan hanya dikenal sebagai pengacara ternama, tapi juga karena konsistensinya membantu masyarakat kecil," ujar Ditho dalam konferensi pers di rumah duka kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Kamis, 17 April 2025.

Salah satu warisan terbesar Hotma Sitompul adalah pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron pada tahun 2002.

Lembaga ini menjadi wujud nyata kepeduliannya dalam memberi akses keadilan bagi mereka yang tidak mampu.

Menurut Ditho, pesan terakhir sang ayah sangat lekat dengan nilai perjuangannya selama ini—yakni pelayanan hukum yang berkeadilan, khususnya bagi warga miskin dan mereka yang teraniaya.

“Nilai pelayanan untuk orang miskin dan teraniaya itu selalu papa sampaikan kepada kami, bahkan hingga menjelang akhir hayatnya,” kata Ditho.

Baca Juga: Pekan Gawai Dayak 2025! Ini Refleksi Kesempurnaan Kosmik

Lebih dari sekadar warisan materi, lanjutnya, peninggalan Hotma Sitompul adalah nilai-nilai hidup yang menyentuh dan akan terus diperjuangkan oleh generasi penerusnya.

“Bagi kami, warisan papa adalah nilai perjuangan yang terus hidup di LBH Mawar Saron. Itu yang akan kami jaga dan lanjutkan,” pungkas Ditho. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X