Ia hanya sesekali pulang, biasanya saat Idulfitri.
Kini, setelah puluhan tahun setia menjaga puncak, Mbok Yem telah pulang untuk selamanya.
Ia memilih menutup perjalanannya dengan kembali ke pelukan keluarga—meninggalkan warung kecilnya yang penuh kenangan di atap Gunung Lawu. ***