Mbok Yem Berpulang, Legenda Warung di Puncak Gunung Lawu yang Tak Terlupakan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 24 April 2025 | 11:23 WIB
Nasib Warung Setelah Mbok Yem Meninggal Dunia.  (x.com @irfansugiharto)
Nasib Warung Setelah Mbok Yem Meninggal Dunia. (x.com @irfansugiharto)

Kondisinya sempat membaik, namun kemudian kembali memburuk hingga akhirnya ia mengembuskan napas terakhir pukul 15.30 WIB.

Baca Juga: Lucky Hakim Diminta Gunakan Transportasi Umum Selama Magang di Kemendagri, Ternyata karena 'Dosa' Ini yang Diperbuat-nya

Jenazah disemayamkan di rumah duka di Dusun Dagung, Desa Gonggang, Magetan, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum desa setempat.

Kisah warung Mbok Yem bermula sejak era 1980-an.

Kala itu, ia hanyalah pedagang sembako di kampung yang kerap naik ke gunung untuk mencari bahan jamu dan rempah-rempah.

Dari kebiasaan itu, perlahan ia mendirikan sebuah pondok kecil yang kemudian berkembang menjadi warung sederhana.

Di warung itu, pendaki bisa menemukan nasi hangat, teh manis, mie instan, hingga obrolan ringan yang menghangatkan jiwa di tengah dinginnya udara Lawu.

Terletak hanya sekitar 115 meter di bawah puncak, warung Mbok Yem menjadi rumah kedua bagi banyak orang.

Namun warung itu bukan hanya tempat berjualan.

Baca Juga: Prabowo: Selamat Jalan, Sri Paus

Ia adalah ruang persinggahan penuh cerita, di mana kehangatan Mbok Yem menyambut siapa pun yang datang—dengan senyum tulus dan keramahan khas nenek-nenek Jawa Timur.

Tidak ada yang pulang dari Lawu tanpa mendengar kisah Mbok Yem, atau mencicipi teh hangat buatannya yang terasa istimewa di tengah kabut pegunungan.

Bagi para pendaki, Mbok Yem adalah simbol ketulusan dan semangat.

Meski tinggal di puncak gunung dengan segala keterbatasan, ia memberi makna lebih pada setiap perjalanan spiritual dan fisik yang ditempuh para tamunya.

Saat banyak orang seusianya memilih tinggal nyaman bersama keluarga, Mbok Yem justru memilih menetap di alam bebas, melayani setiap pendaki yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X