Riza Chalid, ayah Kerry, turut terlibat dalam pertemuan dengan Setnov dan Maroef Sjamsoedin (Direktur Freeport Indonesia saat itu) di Hotel Ritz-Carlton pada Juni 2015.
Dalam pertemuan tersebut, percakapan mereka terekam oleh Maroef, yang kemudian menjadi bukti dalam kasus tersebut. Rekaman ini menunjukkan adanya upaya lobi untuk memperpanjang kontrak Freeport.
Namun, kasus ini akhirnya dihentikan karena Mahkamah Konstitusi menganggap bukti rekaman tidak valid, sehingga Riza Chalid tidak pernah diperiksa lebih lanjut.
Kini, dengan ditetapkannya Kerry sebagai tersangka dalam kasus Pertamina, sejarah kembali terulang, memperkuat anggapan bahwa "buah jatuh tak jauh dari pohonnya".