Lebih lanjut, Tre menyebut tindakan oplosan tersebut sebagai langkah yang tidak inovatif.
"Itu bukan kreativitas. Mereka tidak tahu bagaimana saya harus memutar otak untuk menghitung ongkos BBM dalam usaha jual kopi," tegasnya.
Pasrah tapi Kecewa
Menanggapi kasus ini, Tre mengaku hanya bisa pasrah.
"Lalu bagaimana lagi? Saya hanya bisa menerima keadaan. Kalau memang ada permainan seperti ini, ya sudah, beri saja mereka uang kalau memang dibutuhkan. Saya yakin rezeki tidak akan tertukar," tutupnya dengan nada sinis.
Kasus dugaan korupsi ini terus menjadi sorotan publik.
Kejaksaan Agung berjanji akan mengusut tuntas skandal ini dan menindak para pelaku yang terlibat. ***