Ia menekankan pentingnya partisipasi publik dalam penyusunan APBD dan akses informasi yang lebih terbuka.
Baca Juga: Pre-order Samsung Galaxy S25 Series di Telkomsel, Nikmati eSIM dan Kuota Internet 150 GB
Chico Hakim kemudian mengangkat isu besarnya alokasi belanja pegawai dalam APBD.
“Dengan anggaran sebesar itu, apakah pelayanan publik sudah benar-benar optimal?” tanyanya.
Ia menegaskan bahwa visi Pram-Rano adalah membangun Jakarta sebagai Kota Global yang berfokus pada penguatan ekonomi rakyat.
Salah satu program prioritas adalah peningkatan layanan transportasi publik melalui subsidi MRT dan LRT serta ekspansi TransJakarta menjadi TransJabodetabek.
Sementara itu, Robi Maulana menyoroti pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai sarana bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyusunan APBD.
Ia menekankan perlunya sosialisasi dan efektivitas pelaksanaan Musrenbang agar anggaran benar-benar digunakan sesuai kebutuhan warga Jakarta.
GERAK Dorong Pengawasan APBD yang Pro-Rakyat
Sebagai organisasi yang mendukung kepemimpinan Pramono Anung – Rano Karno, GERAK meyakini bahwa keberpihakan anggaran kepada rakyat harus menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, melalui diskusi seperti Ngopi Senja, GERAK membuka ruang bagi masyarakat untuk turut serta mengawal kebijakan publik yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.
GERAK berkomitmen untuk terus mengadakan forum-forum diskusi serupa sebagai bagian dari upaya membangun Jakarta yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.
GERAK juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawal kebijakan APBD dan memastikan anggaran benar-benar bermanfaat bagi warga Jakarta. ***