inter-nasional

Krisis Politik Korea Selatan: Penyelidik Gagal Tangkap Presiden Yoon Suk Yeol

Jumat, 3 Januari 2025 | 17:59 WIB
Penyidik ​​dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi tiba di kediaman Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk-yeol di Seoul, Korea Selatan, pada 3 Januari 2025 (Lee Jin-man/Foto AP via Al Jazeera)

Tuduhan pemberontakan merupakan kejahatan serius di Korea Selatan, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Resmi Menikah dengan Dokter Kretek Tyler Bigenho, Simak Cerita di Balik Hubungan Mereka dan Begini Profilnya

Sementara itu, beberapa pejabat senior, termasuk menteri pertahanan dan kepala polisi, telah ditangkap atas peran mereka dalam mendukung darurat militer tersebut.

Pendukung Yoon, yang mayoritas adalah warga lanjut usia, berkumpul di luar kediaman presiden dengan membawa spanduk dan menyerukan dukungan.

Beberapa di antaranya bahkan menyatakan kesiapan untuk menghadang penyidik dengan nyawa mereka.

Pidato penuh semangat terdengar di antara kerumunan, sementara meja-meja penyedia teh dan mi instan melayani para demonstran.

Salah satu pendukung bahkan berharap Donald Trump, yang akan kembali menjadi presiden AS akhir bulan ini, dapat membantu Yoon keluar dari krisis.

Para penyelidik masih memiliki beberapa opsi sebelum surat perintah penangkapan berakhir, termasuk mengajukan perpanjangan surat perintah atau mencari alternatif legal lain.

Di sisi lain, sidang kedua pengadilan konstitusi terkait kasus pemakzulan Yoon dijadwalkan berlangsung hari ini.

Krisis politik ini menyoroti perpecahan mendalam di Korea Selatan, dengan media konservatif pun mengkritik Yoon secara tajam.

Editorial Chosun Ilbo menyebut perilaku Yoon sebagai “tidak pantas untuk seorang presiden,” sementara Dong-A Ilbo menggambarkannya sebagai “memalukan.”

Bagaimana akhir dari drama politik ini masih belum jelas, tetapi satu hal pasti: Korea Selatan tengah menghadapi salah satu tantangan demokrasi terbesar dalam sejarah modernnya. ***

Halaman:

Tags

Terkini