PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Hasan Nasbi, menanggapi narasi yang beredar yang menyebutkan bahwa pemerintah tidak mengembalikan hasil pajak kepada masyarakat.
Hasan membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah telah mengembalikan hasil pajak secara langsung kepada masyarakat, dengan nominal yang sangat besar.
Baca Juga: BRI Permudah Pembelian Asuransi Nataru Lewat Super Apps BRImo
"Yang dikembalikan langsung ke masyarakat itu jumlahnya sangat besar, mungkin lebih dari Rp500 triliun. Ini berupa bantuan sosial, subsidi BBM, dan subsidi listrik. Semua itu dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat," kata Hasan dalam wawancara dengan YouTube CokroTv pada Jumat (27/12/2024).
Hasan menjelaskan lebih lanjut, jika subsidi listrik tidak diterapkan, banyak masyarakat, terutama yang menggunakan daya 900 KWh, mungkin tidak akan mampu membayar tagihan listrik mereka.
"Subsidi itu berasal dari pajak, dan itu membantu masyarakat," tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana hasil pajak untuk sektor pelayanan publik, seperti pendidikan dan kesejahteraan guru.
Baca Juga: Tragedi Penerbangan Azerbaijan Airlines, 67 Penumpang, 38 Tewas di Kazakhstan
"Pemerintah mengalokasikan Rp17 triliun untuk perbaikan sekolah-sekolah, dan itu untuk masyarakat yang bersekolah di sana. Selain itu, gaji guru dialokasikan Rp81 triliun, yang tentunya untuk kepentingan masyarakat juga," ujar Hasan.
Pemerintah juga tengah merancang berbagai program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, seperti cek kesehatan gratis dan pemberian makan bergizi gratis, yang semuanya didanai dari hasil pajak.
Baca Juga: Kabar Penting! Fotokopi KTP Tak Lagi Dibutuhkan Mulai Oktober 2024, Ini Penggantinya
"Jangan sampai menebar kebohongan atau kebencian hanya untuk memuaskan ego atau unek-unek. Pemerintah kita telah mengembalikan pajak dalam jumlah yang sangat besar dan langsung ke masyarakat," tegasnya.
Hasan menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan, irigasi, bendungan, dan bandara, juga didanai dengan hasil pajak yang dikumpulkan dari masyarakat.
"Itu semua berasal dari pajak yang digunakan untuk pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," tutupnya. ***