Kata "depose" ditemukan pada selongsong peluru yang menewaskan Thompson, sementara "delay" ditulis pada peluru tajam lainnya.
Baca Juga: Pasien di Sintang Diduga Cacar Monyet, Hasil Laboratorium Nyatakan Negatif
Polisi mencurigai tulisan ini mengacu pada frasa populer di industri asuransi AS: "delay, deny, defense" (tunda, tolak, pertahankan), yang sering dikritik karena dianggap mencerminkan strategi perusahaan asuransi dalam menangani klaim peserta.
Kasus penembakan ini terus menjadi sorotan, tidak hanya karena korban adalah pemimpin perusahaan ternama, tetapi juga karena adanya indikasi kritik terhadap industri asuransi.
Polisi kini menyelidiki lebih lanjut apakah motif tersangka terkait langsung dengan kritik tersebut. ***