Kata "depose" ditemukan pada selongsong peluru yang menewaskan Thompson, sementara "delay" ditulis pada peluru tajam lainnya.
Baca Juga: Pasien di Sintang Diduga Cacar Monyet, Hasil Laboratorium Nyatakan Negatif
Polisi mencurigai tulisan ini mengacu pada frasa populer di industri asuransi AS: "delay, deny, defense" (tunda, tolak, pertahankan), yang sering dikritik karena dianggap mencerminkan strategi perusahaan asuransi dalam menangani klaim peserta.
Kasus penembakan ini terus menjadi sorotan, tidak hanya karena korban adalah pemimpin perusahaan ternama, tetapi juga karena adanya indikasi kritik terhadap industri asuransi.
Polisi kini menyelidiki lebih lanjut apakah motif tersangka terkait langsung dengan kritik tersebut. ***
Artikel Terkait
Penembakan Florida Sebabkan 9 Orang Termasuk Anak di Bawah Umur Dirawat ke Rumah Sakit, Penembak Masih Bebas
Dua Tewas dan 28 Luka-luka dalam Penembakan Massal di Baltimore Amerika Serikat
Teror Penembakan Terjadi di Laga Belgia vs Swedia 2 Orang Tewas, Pelaku Mengaku Anggota ISIS
Penembakan di Laga Belgia vs Swedia: Fans Swedia Diminta Lepas Jersey Demi Keamanan
TNI Berhasil Lumpuhkan KKB Pelaku Penembakan Pesawat Wings Air di Yahukimo
3 Fakta Kasus Penembakan Oknum Polisi terhadap Siswa SMK di Semarang, Menteri HAM Ungkap Kondisi Siswa yang Tewas