Asal Usul Panggilan Gus Miftah
Bagi yang belum tahu, Gus Miftah adalah pimpinan Ponpes Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, yang juga mendampingi Prabowo di Kabinet Merah Putih periode 2025-2029 sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Kerukunan Agama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.
Baca Juga: Manchester City Lakukan Cuci Gudang, De Bruyne, Kyle Walker, dan Grealish Jadi Korban
Gus Miftah merupakan keturunan ke-9 dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo, Jawa Timur.
Panggilan "Gus" umumnya diberikan kepada anak seorang kiai sebagai bentuk penghormatan dan akrab di kalangan santri di Pulau Jawa.
Gelar ini juga bisa diberikan kepada calon kiai muda.
Di Indonesia, ada beberapa gelar populer yang digunakan untuk tokoh agama Islam, yaitu ustaz, kiai, syekh, habib, dan gus.
Berikut adalah perbedaannya:
Ustaz
Gelar ustaz diberikan kepada guru agama yang dianggap memiliki pengetahuan agama yang mumpuni.
Ustaz dapat disematkan kepada siapa saja, tanpa memandang usia.
Mereka umumnya menempuh pendidikan agama di pondok pesantren atau lembaga pendidikan agama Islam.
Kiai
Kiai adalah gelar untuk tokoh agama Islam yang lebih senior dan dihormati karena pengalamannya dalam pendidikan agama.
Sebutan ini umumnya hanya digunakan di Pulau Jawa.
Syekh
Syekh adalah gelar kehormatan untuk ulama yang dihormati, terutama di kalangan keturunan Arab.
Mereka yang menyandang gelar syekh dikenal karena ajarannya yang berfokus pada tasawuf dan hubungan dengan Allah.