inter-nasional

Bareskrim Ungkap Fredy Pratama Masih Aktif Kirim Narkoba, Begini Jaringan yang Dibangun Bandar Kelas Kakap Ini!

Minggu, 1 Desember 2024 | 18:05 WIB
Bareskrim Ungkap Fredy Pratama Masih Aktif Kirim Narkoba, Begini Soal Jaringan yang Dibangun si Bandar Kelas Kakap! (Kabar Jambi Kito )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Bandar narkoba kelas kakap Fredy Pratama masih menjadi buruan utama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Hingga kini, jaringan narkoba internasional yang melibatkan Fredy terus diselidiki, meskipun ia disebut-sebut masih aktif mengendalikan peredaran narkoba lintas negara.

Baca Juga: 38 Ribu Pil Ekstasi Disita, Korem 121/ABW Hancurkan Mimpi Para Bandar Narkoba

Pada Mei 2023 lalu, Bareskrim berhasil membongkar jaringan yang dikendalikan Fredy.

Dari 408 laporan polisi, sebanyak 39 dari total 884 tersangka berhasil ditangkap. Namun, Fredy sendiri hingga kini belum berhasil diamankan.

Terkini, Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipdnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa, mengonfirmasi bahwa Fredy masih aktif mengirim narkoba ke wilayah Indonesia dan Malaysia.

"Dia (Fredy Pratama) masih aktif mengirim barang-barang ke Malaysia dan Indonesia," ujar Mukti kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis, 28 November 2024.

Mukti menjelaskan bahwa pihaknya terus menyelidiki jaringan narkoba Fredy yang dikenal licin sejak kabur dari Indonesia pada 2014.

Baca Juga: Terbongkar! Identitas Pemasok Narkoba Virgoun Diketahui, Polisi Langsung Melakukan Pengejaran

"Jaringan Fredy Pratama sudah kita temukan sebelumnya. Subdit III berhasil mengamankan barang bukti 25 kilogram. Data ini terus diperbarui, dan kami tetap memantau pergerakannya," tegas Mukti.

Bareskrim Polri juga bekerja sama dengan Siasat Jenayah Narkotik Polis Diraja Malaysia (JSJN PDRM) untuk menelusuri jaringan Fredy.

Kerja sama ini meliputi pengawasan, penangkapan buronan, hingga penutupan jalur masuk narkoba.

Jalur Masuk Narkoba Indonesia-Malaysia

Menurut Mukti, salah satu fokus Bareskrim adalah memutus jalur peredaran narkoba antara Indonesia dan Malaysia.

"Kami bersama JSJN PDRM sepakat menutup semua jalur masuk narkoba, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan," jelas Mukti.

Halaman:

Tags

Terkini