inter-nasional

Diskusi UCLG ASPAC 2024 di ZHENGZHOU, CHINA Tegaskan Kolaborasi Teknologi dan Pemda untuk Kota Berkelanjutan

Jumat, 25 Oktober 2024 | 20:13 WIB
FOTO BERSAMA (ki-ka) : Lucius Gora Kunjana (Wartawan), Ichwan Peryana (Pembicara), Herman Handoko (CEO PT Pinjam Modal), AM Putut Prabantoro (Pembicara Tamu), Walikota Jinju City, Korea Selatan, Kyoo-il Jo, Erben Norman (COO Bersama Untuk Nusantara), Yohanes Galuh Bimantara (Wartawan). (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, ZHENGZHOU, CHINAU -- Untuk menciptakan kota yang tidak hanya cerdas tetapi juga hijau, tangguh, dan layak huni bagi generasi mendatang, pemerintah daerah (pemda) perlu memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan menjalin kolaborasi dengan sektor bisnis, termasuk startup.

Hal ini disampaikan oleh Ichwan Peryana, Co-Founder & Director Pinjam Modal (PT Finansial Integrasi Teknologi), dalam Panel Diskusi Forum Utama bertema "Asia Pacific Design for The Future" pada The Second Session of The 2024 UCLG ASPAC Executive Bureau and The 2024 Council Meetings di Zhengzhou, ibu kota Provinsi Henan, China, Rabu, 23 Oktober 2024.

Baca Juga: Sederet Menteri Prabowo Ini Berbagi Kantor? Ternyata Masih Ada 19 Kementerian Baru yang Belum Punya Anggaran

"AI dan kewirausahaan pemuda menawarkan peluang luar biasa untuk mengatasi tantangan lingkungan yang dihadapi kota-kota saat ini. Dari optimalisasi infrastruktur, pemantauan kualitas lingkungan, hingga pengembangan teknologi hijau dan inovasi, alat-alat ini membantu kita membangun lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan tangguh," jelas Ichwan.

Ichwan menguraikan empat elemen penting yang harus dilakukan, yakni Infrastruktur Berkelanjutan Berbasis AI (AI-Driven Sustainable Infrastructure), Pemantauan Lingkungan Prediktif (Predictive Environmental Monitoring), Teknologi Hijau yang Ditingkatkan oleh AI (AI-Enhanced Green Technology), Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Data (Data-Driven Resource Management), dan Skalabilitas Solusi (Achieving Scalability of Solutions).

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Demokratisasi yang Paling Cepat Dirasakan Rakyat adalah Akses Pendidikan dan Kesehatan

Infrastruktur Berkelanjutan Ichwan menjelaskan bahwa para entrepreneur muda di berbagai belahan dunia menggunakan AI untuk meningkatkan sistem perkotaan utama, seperti transportasi, jaringan energi, dan manajemen air.

"Solusi AI ini tak hanya membuat kota beroperasi lebih efisien tetapi juga mengurangi emisi, suatu pencapaian besar bagi lingkungan," ungkapnya.

Contohnya, AI membantu kota mengelola transportasi publik lebih efektif, mengurangi kemacetan, dan menurunkan emisi. AI juga diterapkan pada sistem pengelolaan air, memastikan penggunaan sumber daya secara bijak untuk menghadapi tantangan lingkungan masa depan.

Baca Juga: Langkah Bersejarah Bebby Nailufa, Perempuan Pertama di Pimpinan DPRD Pontianak

Pemantauan Lingkungan Prediktif Dalam pemantauan lingkungan prediktif, AI memungkinkan kota untuk memantau kualitas udara dan air secara real-time, sehingga mampu bereaksi cepat terhadap polusi atau risiko lingkungan lainnya.

"Melalui pemantauan data lingkungan, AI memberi peringatan kepada pejabat kota akan masalah potensial, seperti penurunan kualitas udara atau kontaminasi air, sebelum menjadi masalah besar," tambah Ichwan.

Teknologi Hijau yang Ditingkatkan oleh AI AI juga membawa perubahan signifikan dalam energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan laut. Dengan AI, kota dapat mengoptimalkan produksi energi sehingga lebih andal dan skalabel.

Baca Juga: Pengamat Politik Ujang Komaruddin Menilai Arahan Tegas dan Tepat Sasaran Prabowo di Rapat Kabinet Perdana

Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Data Ichwan menjelaskan bahwa dengan manajemen sumber daya berbasis data, AI memberikan wawasan real-time bagi kota tentang penggunaan sumber daya mereka, memungkinkan keputusan lebih cerdas mengenai alokasi sumber daya.

Halaman:

Tags

Terkini