inter-nasional

MADN dan DAD Protes! Tokoh Masyarakat Dayak Tak Terakomodir di Kabinet Prabowo-Gibran

Jumat, 18 Oktober 2024 | 21:19 WIB
Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) se-Indonesia, dan organisasi masyarakat Dayak se-Kalimantan hari ini menyatakan protes atas tidak diakomodirnya tokoh-tokoh Dayak dalam susunan Kabinet Prabowo-Gibran. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Dewan Adat Dayak (DAD) se-Indonesia, dan organisasi masyarakat Dayak se-Kalimantan hari ini menyatakan protes atas tidak diakomodirnya tokoh-tokoh Dayak dalam susunan Kabinet Prabowo-Gibran.

MADN dan DAD menyampaikan protes tersebut dalam konferensi pers di Restoran P4, Seasons City, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat, 18 Oktober 2024.

Baca Juga: Raih Juara 2 Pemilihan Putra-Putri Dayak Se-Kalimantan, ini Cerita Laras

Protes ini merupakan ungkapan kekecewaan masyarakat Dayak terhadap pengabaian terhadap tokoh-tokoh mereka dalam kabinet.

Merespons hal ini, Tamunan Kiting, Ketua Umum DAD DKI Jakarta, mengungkapkan bahwa mereka telah mengusulkan beberapa tokoh Dayak sebagai calon menteri.

“Kami dari Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) dan seluruh masyarakat Dayak mengajukan beberapa putra-putri terbaik Dayak untuk mengisi jabatan menteri dalam Kabinet Prabowo-Gibran, antara lain: Bapak Dr Drs Marthin Billa MM, Dr H Rahmat Nasution Hamka SH MSi, Bapak Dr H Syaharie Jaang SH MSi MH, Tamunan Kiting SE MM CPM CTM, dan Katherine Angela Oendoen SE,” sebut Tamunan.

Ia menambahkan, “Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan usulan ini demi keseimbangan dan keadilan bagi semua elemen bangsa, khususnya masyarakat Dayak yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.”

Baca Juga: San Agustin Kampus I Buka Mata dengan Etnomatematika: Ini Inti Mengikuti Kuliah Pakar Persepetif Budaya Dayak

Dalam kesempatan tersebut, Tamunan Kiting menyampaikan beberapa poin penting terkait sikap mereka, antara lain:

Pindahnya Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan merupakan kesempatan untuk memperkuat peran Bangsa Dayak dalam pembangunan nasional.

Sebagai tuan rumah Ibu Kota yang baru, masyarakat Dayak sangat berharap keterlibatan yang lebih signifikan dalam pemerintahan.

Kalimantan adalah salah satu wilayah utama penghasil pajak dan sumber daya alam bagi Indonesia.

Baca Juga: Seminar Gawai Dayak ke-38 Tahun 2024 Usung Tema Generasi Muda Dayak Terampil, Menjaga Warisan Budaya, Ini DIa Para Narasumber Bahkan dari Malaysia Lho

Namun, kontribusi besar ini belum sejalan dengan representasi yang memadai dari putra-putri Dayak dalam posisi pemerintahan, terutama di tingkat kabinet.

Bangsa Dayak memiliki banyak putra-putri terbaik dengan potensi, dedikasi, dan integritas yang tinggi.

Halaman:

Tags

Terkini