inter-nasional

3 Tokoh Dayak di Lingkaran Kekuasaan dari Bos Intelijen hingga Wakil Menteri. Bagaimana Peluangnya di Era Prabowo Subianto?

Selasa, 15 Oktober 2024 | 19:16 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong (ppid.menlhk.go.id)

Ia juga dikenal sebagai orang yang pertama kali mengusulkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangkaraya, mengingat posisi Palangkaraya yang berada di tengah Indonesia dan lebih aman dari ancaman eksternal.

Baca Juga: Perjalanan Politik Budiman Sudjatmiko, Lawan Orba, Gabung PDI-P Pindah ke Gerindra, Kini Menteri yang akan Atasi Kemiskinan di Era Prabowo

Tjilik sangat disukai oleh Presiden Soekarno dan mendapatkan pangkat Marsekal Pertama Kehormatan TNI-AU atas jasanya.

2. Letnan Jenderal TNI Zaini Azhar (ZA) Maulani

ZA Maulani adalah mantan Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) pada era Presiden BJ Habibie.

Lahir pada 6 Januari 1939 di Marabahan, Kalimantan Selatan, ia berasal dari suku Dayak Bakumpai, yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di pedalaman Kalimantan.

Baca Juga: Puan Buka Suara Soal Kader PDIP yang Belum Dipanggil Jadi Menteri oleh Prabowo, Begini Kata Cucu Proklamator Itu

Karier militernya dimulai setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) pada 1961.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Command and General Staff College, Pakistan pada 1971, serta Lemhanas pada 1982.

Selama kariernya, Maulani menjabat Panglima Kodam VI Tanjungpura, Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi, dan staf ahli Menristek/BPPT.

ZA Maulani meninggal dunia pada 5 April 2005 di usia 66 tahun, meninggalkan warisan sebagai salah satu tokoh penting asal Dayak yang berkiprah di dunia intelijen Indonesia. ***

Halaman:

Tags

Terkini