PONTIANAKGLOBE.COM, TEL AVIV -- Beberapa negara turut membantu Israel dengan menembak jatuh ratusan rudal yang diluncurkan oleh Iran pada Selasa malam, 1 Oktober 2024 waktu setempat.
Iran meluncurkan antara 180 hingga 200 rudal balistik dan hipersonik sebagai balasan atas tewasnya pemimpin milisi Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada Jumat, 29 September 2024 lalu.
Baca Juga: Maskapai BBN Airlines Indonesia Akan Buka Rute Jakarta-Pontianak, Ini Rencana Operasinya
Korps Garda Revolusi Iran melakukan peluncuran perdana rudal hipersonik Fattah ke Israel, yang berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome.
Negara-negara yang Membantu Israel dalam Menanggulangi Serangan Rudal Iran
Amerika Serikat
Amerika Serikat mengklaim telah berkontribusi dalam menggagalkan serangan rudal balistik Iran terhadap Israel.
Baca Juga: Topan Krathon Lumpuhkan Taiwan, 10.000 Warga Dievakuasi
Pejabat senior Gedung Putih menyatakan bahwa militer Israel berkoordinasi erat dengan pihak AS untuk menembak jatuh proyektil tersebut.
Jake Sullivan, Penasihat Keamanan Nasional AS, menyatakan bahwa kapal perusak Angkatan Laut AS bergabung dengan unit pertahanan udara Israel untuk mencegat rudal yang datang.
Baca Juga: Serangan Drone Israel Hantam Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Sullivan menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang ada, serangan Iran tampaknya tidak efektif, berkat profesionalisme militer Israel dan upaya militer AS.
Inggris
Pasukan Inggris juga dilaporkan terlibat dalam mencegah eskalasi lebih lanjut saat serangan rudal Iran berlangsung.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengungkapkan bahwa pasukan Inggris berperan dalam menjaga stabilitas di Timur Tengah dan berterima kasih kepada personel yang terlibat atas profesionalisme mereka.